Minggu, 07 Jun 2026 05:44 WIB

Harga Buah dan Sayur di Pasar Induk Osowilangun Lebih Stabil

Suwarno, pedagang cabai di PIOS
Suwarno, pedagang cabai di PIOS

jatimnow.com - Harga di pasar bergerak fluktuatif bahkan terkadang tidak dapat diprediksi.

Kondisi tersebut juga berlaku bagi harga buah-buahan dan sayuran di pasaran, termasuk di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Jika pada musim panen stok barang jadi melimpah yang akhirnya membuat harga menjadi murah. Namun ketika stok mulai langka harganya lantas jadi mahal.

"Hukum pasar kan seperti itu, kalau barang lagi banyak harganya bisa anjlok. Tapi kalau barangnya sulit harga pun turut melejit," kata Suwarno, pedagang cabai dan sayur di PIOS, Selasa (12/10/2019).

Menurutnya, harga buah dan sayuran di PIOS lebih stabil jika dibanding dengan pasar lain di Surabaya.

"Kalau di pasar lain begitu naik langsung tinggi, tapi begitu turun cukup drastis," ucap pria yang mengaku bisa menjual cabai rata-rata 11 kwintal per hari itu.

Suwarno melanjutkan jika di PIOS ketika harga naik maka naiknya secara berlahan. Begitu juga ketika harganya turun maka turunnya juga perlahan.

Hal ini dikarenakan para pedagang di PIOS saling berkoordinasi dan berbagi informasi satu sama lain untuk mengatur sirkulasi pasokan dari petani.

"Saat stok masih banyak kami berkomunikasi dengan para petani kalau bisa untuk menahan panen atau mengirim hasil panennya ke PIOS. Hal ini kami lakukan agar pedagang dan petani tetap mendapatkan harga terbaik," ujar pedagang asal Kedamean Gresik itu.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Sementara jika stok menipis akibat pasokan mulai seret maka para pedagang di PIOS telah memiliki banyak jaringan petani dari berbagai daerah baik yang lokal Jawa Timur maupun luar Jatim.

"Jaringan suplier kami cukup luas, jadi kami tidak kesuitan untuk mendapatkan pasokan," terangnya.

Senada, Muhammad Ansori salah seorang pedagang semangka membenarkan harga PIOS lebih stabil dibandingkan harga dipasaran.

"Pernah petani Jawa Timur banyak yang gagal panen, akhirnya kami terpaksa mendatangkan semangka dari Kalimantan Timur. Tapi itu sangat jarang," ungkap pria yang akrab disapa Cak Mat itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara Kusnadi, salah seorang pedagang tomat mengaku jika memiliki solusi sendiri bila pasokan dari langganannya di Probolinggo dan Bondowoso sepi.

"Biasanya saya datangkan tomat dari Malang dan Garut Jawa Barat," kata Kusnadi.

 

Berita ini kerjasama antara Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dengan jatimnow.com

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.