Minggu, 14 Jun 2026 01:29 WIB

Khofifah Ungkap Sosok di Balik Isu Tidak Perawan Atlet Senam

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 03 Des 2019 09:29 WIB
Gubernur Khofifah saat menemui Shalfa, atlet senam yang dipulangkan akibat isu tak perawan
Gubernur Khofifah saat menemui Shalfa, atlet senam yang dipulangkan akibat isu tak perawan

jatimnow.com - Shalfa Avrila Siani (17), atlet senam artistik proyeksi Sea Games 2019 asal Kediri yang dipulangkan dari pelatnas karena isu tidak perawan, akhirnya bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam peretemuan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya itu, Gubernur Khofifah berjanji akan menyiapkan pendampingan psikososial atau Psychosocial Therapy bagi Shalfa. Pendampingan tersebut dilakukan untuk mengatasi trauma psikologis yang dialami Shalfa.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Pesan saya kepada Shalfa adalah menangkan hatimu, ini bagian dari terapi psikososial karena hukuman sosial (social punishment) itu berat. Cara menenangkan hati antara lain dengan banyak berdzikir. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Ketua KONI Jatim bahwa di Puslatda juga ada pendampingan psikologi bagi atlet sehingga terapi psikososial ini penting dilakukan," kata Gubernur Khofifah, Senin (2/12/2019) sore.

Ia juga sudah menawarkan kepada Shalfa di mana ia akan melanjutkan sekolah dan atlet tersebut memilih Kota Kediri, tempat asalnya.

"Saya sudah komunikasikan dengan Walikota Kediri dan katanya ada salah satu SMA negeri yang akan menerima kepindahan sekolah Shalfa. Apalagi SMA kewenangannya ada di bawah pemprov, ini tinggal menunggu proses administrasi saja," terangnya.

Terkait isu keperawanan yang menjadi penyebab dipulangkannya Shalfa, Gubernur Khofifah menegaskan bila alasan itu benar disampaikan oleh pelatih. Untuk itu, ia meminta pelatih tersebut untuk segera meminta maaf dan dilakukan pemanggilan khusus sampai dengan sanksi, agar hal itu tidak terulang dan tidak menjadi trauma bagi atlet junior.

"Kita berharap segala sesuatu berjalan kondusif dan produktif. Harkat dan martabat atlet dan pelatih harus dijaga. Maka kode etik atlet dan pelatih harus dievaluasi jika dirasakan kurang sesuai sehingga semua pihak memiliki standart untuk dijadikan pedoman," tambah Gubernur Khofifah.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Gubernur khofifah meminta agar kode etik pelatih dapat ditegakkan. Sudah selayaknya dalam kode etik pelatih diatur bahwa pelatih selarasnya menghormati hak-hak dasar, martabat dan harga diri semua orang. Pelatih harus menghormati hak-hak individu untuk privasi termasuk hal-hal yang sifatnya kerahasiaan. Begitu pula sebaliknya dengan atlet.

"Seharusnya kode etik, baik atlet atau pelatih dapat dilaksanakan dengan baik, khususnya untuk melindungi dan tidak menyinggung hal-hal yang menyangkut privasi keduanya," jelasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menegaskan bahwa seyogyanya yang menjadi ukuran adalah prestasi. Walaupun dalam proses pembinaan atlet ada pembinaan kedisiplinan dan karakter, tetapi indeks prestasi akan menjadi indikator utama ketika atlet masih ada di dalam pusat pelatihan.

"Maka di luar dari indikator prestasi yang kemudian mempengaruhi atau kemudian dijadikan dasar pertimbangan utama sampai kemudian mendegradasi atlet tersebut, itu sangat disayangkan. Namun bila memang karena prestasi, di mana tidak bisa mengikuti standar yang ada, maka hal itu harus diikuti. Karena hal itu menjadi kewenangan cabor atau persatuan olahraga bersangkutan," tegasnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Ia meminta agar kasus ini menjadi koreksi bahwa dalam dunia keolahragaan, masih harus dilakukan pembenahan-pembenahan. Supaya apa yang dijadikan pertimbangan utama dalam menilai sang atlet adalah prestasinya.

Sementara itu, terkait keputusan Shalfa akan tetap lanjut atau tidak di Puslatda PON mendatang, Gubernur Khofifah menyerahkan keputusannya pada sang atlet.

"Tadi sudah saya tanyakan kepada yang bersangkutan, kemudian Shalfa beserta ibunya membutuhkan waktu untuk berpikir dulu sebelum membuat keputusan. Apalagi tadi saya menanyakan pada Shalfa apa cita-citanya dan dia menyebutkan berkeinginan meraih cita-citanya itu," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.