Selasa, 21 Jul 2026 23:13 WIB

KKN Kolaboratif Brantas Tuntas Diluncurkan, 8 PTN di Jatim Digandeng

Gubernur Khofifah  bersama Koordinator KKN Kolaboratif PTN Jatim Eko Supeno (kanan) saat membahas KKN kolaboratif Brantas Tuntas di Gedung Negara Grahadi, Jumat (22/11/2019). (Foto: Nindita Naisella/UNAIR NEWS)
Gubernur Khofifah bersama Koordinator KKN Kolaboratif PTN Jatim Eko Supeno (kanan) saat membahas KKN kolaboratif Brantas Tuntas di Gedung Negara Grahadi, Jumat (22/11/2019). (Foto: Nindita Naisella/UNAIR NEWS)

jatimnow.com - Untuk menjawab permasalahan air bersih, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif bertema "Brantas Tuntas" dengan menggandeng delapan perguruan tinggi negeri.

Delapan perguruan tinggi negeri (PTN) di Jatim itu adalah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

Kemudian Universitas Brawijaya Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya.

Menurut Gubernur Khofifah, air bersih menjadi pekerjaan rumah Jatim yang berat saat ini, bahkan menjadi nomor dua di Indonesia setelah DKI Jakarta.

"Dengan masalah itu, saya berharap hadirnya KKN kolaboratif Brantas Tuntas dapat menjadi jawaban permasalahan air bersih di Jatim," terang gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini, Jumat (22/11/2019).

Mantan Menteri Sosial ini juga berharap akan hadir wisata air yang terhubung antara Surabaya, Gresik dan Mojokerto.

"Kami berharap ada wisata air Surabaya, Gresik, Mojokerto. Wisata air itu potensi yang luar biasa. Memungkinkan kita untuk membuat triangle baru. Sebab di Jatim, ada PR (pekerjaan rumah) 361 desa tertinggal yang harus dientaskan," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator KKN Kolaboratif PTN Jatim Eko Supeno menambahkan, Brantas Tuntas adalah KKN kolaboratif yang akan dilaksanakan sepanjang tahun dan berikutnya bersama tim siap menyelesaikan berbagai persoalan, sekaligus untuk membantu peningkatan kapasitas masyarakat di Jatim.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

"Tujuan utamanya adalah proses belajar dan turut serta membantu meningkatkan kapasitas masyarakat di Jatim, termasuk juga kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi," jelas Eko.

Melalui KKN kolaboratif tersebut, lanjut Eko, diharapkan dapat bersinergi tentang indentifikasi masalah, memberikan masukan terhadap permasalahan di Jatim, serta bersinergi untuk mampu menghasilkan bahan-bahan riset lanjutan guna dikembangkan di kampus masing-masing.

"Sehingga nanti bisa hasilkan riset yang aplikatif dan termanfaatkan. Bersinergi dengan pemda dan pemprov untuk jadi bagian proses pembangunan di Jatim," tambahnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, konsep KKN ini tidak hanya sekadar memperbaiki dan membersihkan Sungai Brantas, tapi konsep Brantas Tuntas.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

"Konsep Brantas Tuntas tidak hanya memperbaiki kondisi sungai, tapi bagaimana masyarakat di sekitar Brantas diberdayakan, edukasi arti hidup sehat, edukasi bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan nilai produktif terhadap kawasan Sungai Brantas, bukan hanya berkah air, tapi berkah ekonomi dan bidang lainnya," paparnya.

Di tempat sama, Suko Widodo sebagai narahubung pihak gubernur dan PTN menyebut bahwa program KKN kolaboratif Brantas Tuntas adalah jawaban nyata atas kebutuhan Jatim saat ini.

"Kolaborasi ini adalah cara kerja baru yang nyata dilakukan. KKN kolaboratif sebagai bentuk sumbangan perguruan tinggi ini perlu didukung semua pihak. Sebagai gerakan menyelamatkan lingkungan di Jatim," tukasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.