Sabtu, 25 Jul 2026 12:36 WIB

Asap Pabrik Tahu Disebut Racuni Telur, Warga: Tidak Ada Keluhan

Mulyono, salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo
Mulyono, salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo

jatimnow.com - Telur ayam milik warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, disebut terpapar racun dioksin akibat asap yang dikeluarkan pabrik tahu setempat.

Mulyono (39) salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo mengatakan, pabrik miliknya menggunakan sampah plastik menjadi bahan bakar, lantaran nilai belinya murah daripada bahan bakar kayu.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Pabrik Penggorengan Tahu di Trenggalek Terbakar

"Kalau kayu harga satu truk Rp 3 juta, sedangkan sampah plastik harganya Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu setiap truknya. Kami pakai sampah plastik jadi bahan bakar dan serbuk kayu karena murah dan pemakaiannya sama dengan kayu," ungkap Mulyono saat ditemui di pabriknya, Rabu (20/11/2019).

Mulyono menambahkan, untuk satu truk sampah plastik yang dijadikan bahan bakar, habis dua sampai tiga hari, sama seperti bahan bakar kayu.

Aktivitas pabrik tahuAktivitas pabrik tahu

Baca Juga: Siasat Pengusaha Tahu Hadapi Harga Kedelai Naik dan Tak Stabil

"Kami pakai sampah plastik habis dua sampai tiga hari. Proses produksi seperti biasa kedelai di kasih air, setelah mekar lalu digiling dan digodok (direbus), disaring diambil sarinya lalu digoreng. Sampah plastik buat bahan bakar tahu, ya buat pembakaran goreng tahu," bebernya.

Mulyono menambahkan, pabrik tahu itu sudah dikelola orang tuanya sejak tahun 2006. Dan selama itu, asap yang dikeluarkan oleh pabrik, sekitar 30 pabrik tidak pernah dikeluhkan.

"Tidak ada keluhan apa-apa, produksi pakai itu (sampah plastik). Buktinya selama ini tidak ada keluhan tentang telur beracun, buktinya ternak juga baik aja. Tolong jangan dibesar-besarkan, selama ini tidak ada keluhan dari warga," tegasnya.

Baca Juga: Video: Perdagangan Telur Infertil di Pasuruan Dibongkar

Sementara itu, Ami warga Dusun Ploso, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto menyebut, ternak warga tidak ada yang mati.

"Kalau disebut telur ada racunnya, buktinya ternak ayam atau bebek di sini tidak ada yang mati. Kalau mengandung racun, hewan ternak kan mati. Telur di sini dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak ada keluhan sama sekali," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.