Minggu, 07 Jun 2026 04:37 WIB

Asap Pabrik Tahu Disebut Racuni Telur, Warga: Tidak Ada Keluhan

Mulyono, salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo
Mulyono, salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo

jatimnow.com - Telur ayam milik warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dan Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, disebut terpapar racun dioksin akibat asap yang dikeluarkan pabrik tahu setempat.

Mulyono (39) salah satu pengusaha tahu di Desa Tropodo mengatakan, pabrik miliknya menggunakan sampah plastik menjadi bahan bakar, lantaran nilai belinya murah daripada bahan bakar kayu.

Baca Juga: Diduga Karena Lalai, Pabrik Penggorengan Tahu di Trenggalek Terbakar

"Kalau kayu harga satu truk Rp 3 juta, sedangkan sampah plastik harganya Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu setiap truknya. Kami pakai sampah plastik jadi bahan bakar dan serbuk kayu karena murah dan pemakaiannya sama dengan kayu," ungkap Mulyono saat ditemui di pabriknya, Rabu (20/11/2019).

Mulyono menambahkan, untuk satu truk sampah plastik yang dijadikan bahan bakar, habis dua sampai tiga hari, sama seperti bahan bakar kayu.

Aktivitas pabrik tahuAktivitas pabrik tahu

Baca Juga: Siasat Pengusaha Tahu Hadapi Harga Kedelai Naik dan Tak Stabil

"Kami pakai sampah plastik habis dua sampai tiga hari. Proses produksi seperti biasa kedelai di kasih air, setelah mekar lalu digiling dan digodok (direbus), disaring diambil sarinya lalu digoreng. Sampah plastik buat bahan bakar tahu, ya buat pembakaran goreng tahu," bebernya.

Mulyono menambahkan, pabrik tahu itu sudah dikelola orang tuanya sejak tahun 2006. Dan selama itu, asap yang dikeluarkan oleh pabrik, sekitar 30 pabrik tidak pernah dikeluhkan.

"Tidak ada keluhan apa-apa, produksi pakai itu (sampah plastik). Buktinya selama ini tidak ada keluhan tentang telur beracun, buktinya ternak juga baik aja. Tolong jangan dibesar-besarkan, selama ini tidak ada keluhan dari warga," tegasnya.

Baca Juga: Video: Perdagangan Telur Infertil di Pasuruan Dibongkar

Sementara itu, Ami warga Dusun Ploso, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto menyebut, ternak warga tidak ada yang mati.

"Kalau disebut telur ada racunnya, buktinya ternak ayam atau bebek di sini tidak ada yang mati. Kalau mengandung racun, hewan ternak kan mati. Telur di sini dikonsumsi oleh masyarakat dan tidak ada keluhan sama sekali," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.