Senin, 08 Jun 2026 17:44 WIB

Bupati Anas Beberkan Empat Acuan Program Prioritas Desa di Banyuwangi

Bupati Anas beberkan empat acuan program prioritas desa di depan para kades terpilih di Banyuwangi
Bupati Anas beberkan empat acuan program prioritas desa di depan para kades terpilih di Banyuwangi

jatimnow.com - Desa telah menjadi kunci bagi Banyuwangi dalam memajukan daerahnya. Pembangunan Banyuwangi tidak lepas dari perkembangan pembangunan desanya.

Untuk mengakselerasi pembangunan desa ke depan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan empat acuan langkah prioritas kerja yang perlu dilakukan desa-desa di Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Hal itu disampaikan Bupati Anas pada acara pengarahan dan penekanan tugas kepala desa yang dihadiri oleh 130 kepala desa (kades) terpilih di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Senin (18/11/2019). Cara juga dihadiri Wakil Bupati Yususf Widyatmoko dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Bupati Anas mengatakan, seorang kades memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya dalam mengelola desanya. Untuk itu perlu ditetapkan program prioritas agar pembangunan bisa berjalan maksimal. Ia memberikan empat acuan langkah prioritas kerja yang menjadi kebutuhan utama desa.

"Empat hal ini harus menjadi prioritas kades. Penggunaan dana desa dan anggaran dana desa harus dioptimalkan untuk empat program prioritas ini. Program itu adalah pelayanan publik, penanganan kemiskinan, masalah sampah dan peningkatan ekonomi desa," jelasnya.

Bupati Anas meminta agar kades memastikan urusan pelayanan publik bagi warga berjalan dengan cepat dan efisien. Pelayanan yang dilakukan itu, harus dalam kerangka Smart Kampung yang sudah jelas standar of procedure-nya.

"Smart Kampung sudah mulai berjalan, bapak ibu cukup melanjutkan dan mengupgrade apa yang kurang. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah urusan, bapak ibu tidak perlu menangani sendiri, tapi cukup mempekerjakan staf yang ahli di bidang ini. Pemkab siap membantu," terang Bupati Anas.

Kedua, Bupati Anas meminta agar desa memiliki program untuk menangani kemiskinan di wilayahnya. Salah satunya dengan membuat mekanisme penanganan orang miskin, termasuk orang tua sebatang kara, orang miskin yang sakit dan tidak ada biaya hingga anak putus sekolah.

Baca Juga: Sandang Status Tersangka, Kades di Probolinggo Masih Hirup Udara Bebas

"Kades wajib membuat SOP penanganan warga miskin. Jalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti kecamatan, dinas teknis, puskesmas, sekolah hingga Baznas. Dengan sinergi bersama, semua masalah pasti ada solusinya," tuturnya.

Selanjutnya, kades perlu menangani masalah sampah di wilayahnya. Bupati Anas meminta agar setiap desa bisa mengelola sampah dengan baik. Ia pun mencontohkan pengelolaan sampah yang telah dilakukan oleh Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Desa ini mampu mengubah perilaku warga terhadap sampah dan mengelola sampah hingga menghasilkan pemasukan bagi desa.

"Urusan sampah ini harus mendapatkan perhatian dari kita semua, terutama para pemimpin wilayah. Kita tidak hanya ingin menjadi daerah yang maju tapi juga menjadi daerah yang menjaga lingkungan, salah satunya lewat kebersihan demi generasi masa depan," ujar Bupati Anas.

Sebagai pengungkit ekonomi desa sebagai poin keempat, Bupati Anas berharap agar setiap desa bisa memunculkan destinasi wisata baru sesuai potensi masing-masing. Dia pun meminta agar tidak perlu membangun sesuatu yang baru, tapi cukup memanfaatkan yang sudah ada.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Contohnya seperti di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh yang membuat Pasar Wit Witan, sebuah pasar kuliner tradisional di bawah pepohonan. Idenya sederhana, tapi sangat menarik dan selalu penuh pengunjung. Bisa dijadikan referensi bagi desa-desa lainnya," paparnya.

"Desa juga bisa menjual potensi alamnya. Misalnya Desa Kemiren yang sudah dikenal di kalangan wisatawan sebagai desa yang kental dengan tradisinya. Desa perlu melihat jeli apa yang bisa dikembangkan untuk mengungkit ekonomi desa," tambah Bupati Anas.

Pada kesempatan itu, para kades terpilih juga hadir bersama dengan pasangan masing-masing.

"Kenapa saya hari ini mengundang lengkap suami dan istri, karena peran pendamping kepala desa baik istri maupun suami sangat penting dalam mendukung kesuksesan dalam memimpin. Maka, saya minta agar suami istri bisa saling bersinergi dan memberi dukungan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada di desa," tandas Bupati Anas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.