Minggu, 07 Jun 2026 00:59 WIB

Kelangkaan Solar di Jawa Timur Disebut Akibat Panic Buying

Aktivitas pengisian bahan bakar minyak di sebuah SPBU (Foto: republika.co.id)
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak di sebuah SPBU (Foto: republika.co.id)

jatimnow.com - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Setiadjit mengklaim, kelangkaan solar yang sempat terjadi di beberapa SPBU di wilayahnya telah teratasi.

Setiadjit mengakui, kelangkaan solar di beberapa SPBU karena panic buying, sehingga masyarakat membeli solar melebihi biasanya.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Semua SPBU telah normal kembali dan tidak ada masalah seperti Kamis (14/11). Hari ini InsyaAllah sudah normal. Kasus kelangkaan dipicu dari 1 SPBU, berita menjadi muncul dan terjadi panic buying," ujar Setiadjit di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Senin (18/11/2019).

Setiadjit mengakui, penyaluran premium maupun solar bersubsidi di 2019 telah melebihi kuota yang ada. Namun demikian, kata Setiadjit, baik Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) maupun Pertamina menjamin akan tetap memenuhi kebutuhan premium maupun solar bersubsidi bagi masyarakat. Apalagi, menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

"BPH Migas dengan Pertamina sepakat melayani sesuai kebutuhan masyarakat. Jadi tidak benar kalau ada pembatasan (premium dan solar bersubsidi)" ujar Setiadjit.

Setiadjit mengungkapkan, penyebab panic buying yang dilakukan masyarakat, terutama para sopir truk tiada lain karena tersebarnya informasi akan pengurangan premium dan solar bersubsidi. Kemudian ditambah lagi surat edaran BPH Migas tentang pengendalian kuota solar bersubdisi. Dia pun menegaskan, tidak ada pembatasan premium maupun solar bersubsidi.

"Surat edaran BPH Migas sudah dibatalkan. BPH Migas hanya mengeluarkan edaran Pertamina harus mengarahkan betul ke siapa yang berhak menerima subsidi. Tadi sudah dijelaskan solar dan premium bersubsidi sudah jelas penggunanya. Yang tidak boleh truk industri, yang mengangkut bahan tambang, dan plat merah," kata Setiadjit.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Werry Prayogi membenarkan, kelangkaan solar yang terjadi di beberapa SPBU di Jatim, terjadi karena adanya panic buying oleh masyarakat. Panic buying pembelian tersebut, kata dia, dipicu rasa khawatir terbatasnya barang yang akan dibeli, dalam hal ini solar bersubsidi.

"Ini berasal dari informasi di tengah masyarakat. Oh ini akan terbatas, maka untuk mengamankan diri beli dalam jumlah banyak. Beli jumlahnya yang tidak seperti biasanya," ujar Werry.

Werry menegaskan, pihaknya sudah berkomitmen untuk selalu memenuhi kebutuhan premium dan solar bersubsidi bagi masyarakat. Werry mengakui sempat adanya antrean di sejumlah SPBU di Jayim. Namun, kata dia, antrean hanya terjadi di sebagian lokasi saja. Artinya, kebutuhan solar bersubsidi tetap terpenuhi.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.