Minggu, 14 Jun 2026 04:10 WIB

Siswa di Tulungagung Patungan Beli Air Bersih untuk Desa Kekeringan

Para siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung mendistribusikan air bersih ke desa terdampak kekeringan dari hasil patungan
Para siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung mendistribusikan air bersih ke desa terdampak kekeringan dari hasil patungan

jatimnow.com - Siswa SMAN 1 Kalidawir Kabupaten Tulungagung patungan membantu beberapa desa sekitar yang mengalami krisis air bersih. Mereka menyisihkan sebagaian uang sakunya untuk membeli air bersih yang langsung didistribusikan ke warga.

Salah satu yang mereka sasar yaitu Dusun Rowoagung, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban. Ratusan warga di dusun tersebut langsung mengantri untuk mendapatkan bantuan air bersih bantuan para siswa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kepala Dusun Rowoagung Sukiyat menjelaskan, terdapat 150 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami krisis air bersih. Kondisi itu sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Sebelumnya warga di dusun itu berlangganan air dari Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM).

"Tapi air HIPPAM tidak lagi keluar sehingga kami terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Setiap 5000 liter harganya mencapai Rp 150 ribu," terang Sukitat, Selasa (12/11/2019).

Para siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung mendistribusikan air bersih ke desa terdampak kekeringan dari hasil patunganPara siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung mendistribusikan air bersih ke desa terdampak kekeringan dari hasil patungan

Sukiyat menyebut, bantuan air bersih dari siswa sekolah ini merupakan pertama kalinya mereka dapat. Setelah semua jerigen dan wadah tempat air milik warga terisi semua, sisa air bersih kemudian dimasukkan ke dalam sumur penampungan yang dibangun warga.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Sehingga air bisa digunakan untuk beberapa hari lagi," tambahnya.

Ketua OSIS SMAN 1 Kalidawir Fazza Aulia Ulfa Dilla menjelaskan, patungan ini dilakukan selama beberapa hari. Setelah uang dari siswa terkumpul, mereka kemudian meminta bantuan pihak sekolah untuk membelikan air bersih dan mendata sejumlah desa yang membutuhkan. Sejumlah guru dan karyawan juga ikut menyisihkan sebagian gajinya.

"Ini masih berlangsung selama patungan berjalan, uangnya akan kita belikan air bersih," tutur Fazza.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Sementara itu, Guru Pembina OSIS SMAM 1 Kalidawir Huda Fauzan menambahkan, pihak sekolah baru mengetahui desa-desa terdampak krisis air bersih setelah banyak siswa yang datang ke sekolah pag-pagi untuk menumpang mandi.

"Kemudian ada gerakan patungan ini dan pihak sekolah mendukung penuh adanya kegiatan tersebut," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.