Sabtu, 06 Jun 2026 09:54 WIB

Kapolri dan Panglima TNI akan Dianugerahi Gelar Adat Dayak

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Apr 2018 17:21 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto/Foto: Istimewa
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto/Foto: Istimewa

jatimnow.com - Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah berencana menganugerahkan gelar kehormatan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Keputusan untuk memberikan gelar kehormatan ini telah melalui rapat dengan para Damang Suku Dayak di provinsi ini sekaligus mempertimbangkan berbagai kiprah Kapolri dan Panglima TNI dalam menjaga keamanan dan pertahanan di Indonesia.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

"Saya sangat yakin pemberian gelar kepada Kapolri dan Panglima TNI juga akan berdampak pada harkat dan martabat suku Dayak. Jadi, kami akan melakukan prosesi pemberian gelar kehormatan itu," kata Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabaran di ruang VIP Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Rabu (25/4/2018).

Adapun gelar kehormatan Adat Dayak yang nanti diterima Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah "Mantir Hai Panambahan, Antang Randang Karambang Pulau Mendereh Danum Hambalat Nusa Hapamantai Tambun", yang artinya Warga Kehormatan Masyarakat Dayak, Orang yang Gagah Berani Mampu Menjaga Ketertiban dan Keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementra itu, gelar kehormatan untuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto adalah "Mantir Hai Panambahan, Karambang Pulau Mendereh Danum, Hambalat Nusa Hapamantai Tambun, Tisan Mandui Asep Sandawa Laut, Nyurantai Paluru Barantai". Artinya, Warga Kehormatan Masyarakat Dayak, Orang yang Gagah Berani Mampu Menjaga Pertahanan Keamanan NKRI.

Baca Juga: Mengenal IPDA Purnomo, Wisudawan Unitomo yang Wakafkan Hidup untuk ODGJ

"Saya tegaskan bahwa pemberian gelar kehormatan ini, bukan berarti si penerimanya menjadi Suku Dayak. Tidak sama sekali. Tujuannya untuk membangun hubungan emosional antara si penerima dan masyarakat suku Dayak," tegas Agustiar.

Kakak kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ini membenarkan bahwa pemberian gelar adat Dayak ada menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat Suku Dayak. Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa pemberian gelar tersebut juga bagian dari filosofi 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.

Dia mengatakan sejak dipercaya menjadi Ketua DAD Kalteng, telah berkomitmen untuk mengangkat harkat dan martabat suku Dayak.

Baca Juga: Teror Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jember Desak Polri Usut Aktor Intelektual

"Pemberian gelar kehormatan suku Dayak tidak harus kepada pejabat. Kepada orang-orang yang tidak memiliki jabatan, tapi bagi yang memiliki kontribusi terhadap Indonesia dan dianggap layak, tetap diberikan. Sepanjang ada manfaatnya bagi suku Dayak, kenapa tidak," demikian Agustiar.

Sumber: Antara
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.