Rabu, 22 Jul 2026 01:10 WIB

Kapolri dan Panglima TNI akan Dianugerahi Gelar Adat Dayak

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Apr 2018 17:21 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto/Foto: Istimewa
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto/Foto: Istimewa

jatimnow.com - Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah berencana menganugerahkan gelar kehormatan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Keputusan untuk memberikan gelar kehormatan ini telah melalui rapat dengan para Damang Suku Dayak di provinsi ini sekaligus mempertimbangkan berbagai kiprah Kapolri dan Panglima TNI dalam menjaga keamanan dan pertahanan di Indonesia.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Saya sangat yakin pemberian gelar kepada Kapolri dan Panglima TNI juga akan berdampak pada harkat dan martabat suku Dayak. Jadi, kami akan melakukan prosesi pemberian gelar kehormatan itu," kata Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabaran di ruang VIP Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Rabu (25/4/2018).

Adapun gelar kehormatan Adat Dayak yang nanti diterima Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah "Mantir Hai Panambahan, Antang Randang Karambang Pulau Mendereh Danum Hambalat Nusa Hapamantai Tambun", yang artinya Warga Kehormatan Masyarakat Dayak, Orang yang Gagah Berani Mampu Menjaga Ketertiban dan Keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementra itu, gelar kehormatan untuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto adalah "Mantir Hai Panambahan, Karambang Pulau Mendereh Danum, Hambalat Nusa Hapamantai Tambun, Tisan Mandui Asep Sandawa Laut, Nyurantai Paluru Barantai". Artinya, Warga Kehormatan Masyarakat Dayak, Orang yang Gagah Berani Mampu Menjaga Pertahanan Keamanan NKRI.

Baca Juga: Polri dan Kepolisian China Tukar Buronan, 3 WNA dengan 1 WNI Pelaku Penipuan

"Saya tegaskan bahwa pemberian gelar kehormatan ini, bukan berarti si penerimanya menjadi Suku Dayak. Tidak sama sekali. Tujuannya untuk membangun hubungan emosional antara si penerima dan masyarakat suku Dayak," tegas Agustiar.

Kakak kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran ini membenarkan bahwa pemberian gelar adat Dayak ada menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat Suku Dayak. Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa pemberian gelar tersebut juga bagian dari filosofi 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.

Dia mengatakan sejak dipercaya menjadi Ketua DAD Kalteng, telah berkomitmen untuk mengangkat harkat dan martabat suku Dayak.

Baca Juga: GMNI Jember Kecam Pelibatan TNI dalam Koperasi Desa Merah Putih

"Pemberian gelar kehormatan suku Dayak tidak harus kepada pejabat. Kepada orang-orang yang tidak memiliki jabatan, tapi bagi yang memiliki kontribusi terhadap Indonesia dan dianggap layak, tetap diberikan. Sepanjang ada manfaatnya bagi suku Dayak, kenapa tidak," demikian Agustiar.

Sumber: Antara
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.