Sabtu, 25 Jul 2026 03:14 WIB

Warga Madiun Temukan Ribuan Keping Uang Koin Kuno

Ribuan keping uang koin kuno ditemukan warga Madiun
Ribuan keping uang koin kuno ditemukan warga Madiun

jatimnow.com - Warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun geger setelah Sumiran warga desa menemukan  ribuan keping koin uang kuno yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ngadirejo, tepatnya di petak 116.

"Saat itu Sumiran mencangkul di lokasi untuk ditanami ketela dan cangkulnya membentur benda keras. Setelah diperiksa, ternyata benda itu adalah sebuah kendit berisi uang kuno," kata Kapolsek Wonoasri, AKP Muslich Bawani, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Ia menjelaskan, koin uang kuno yang ditemukan tersebut berbahan logam dengan berbentuk lingkaran dengan adanya lubang kotak di tengahnya.

Secara fisik, bentuk koin uang kuno masih utuh namun sudah berkarat dan berwarna kehijauan seperti tertutup lumut.

"Setelah digosok, warnanya kekuning-kuningan. Ada bentuk seperti lambang namun tidak ada yang menunjukkan huruf atau angka," jelasnya.

Setelah ditimbang, ribuan koin uang kuno memiliki berat sekitar 5 kilogram.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Menurutnya, penemuan koin uang kuno ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya pada sekitar tahun 2018 juga ditemukan serupa dengan lokasi yang berjarak hanya sekitar dua meter dari lokasi penemuan kali ini.

Saat ini, koin uang kuno tersebut disimpan di rumah Sumiran sambil menunggu tim ahli dari BPPP Trowulan, Mojokerto.

"Saran dari Trowulan dan kabupaten, disimpan di tempat penemunya," ujarnya.

Baca Juga: Temuan Yoni di Desa Duwet Kediri Bertambah, Warga Dorong Pendirian Ruang Artefak

Kasi Cagar Budaya Kabupaten Madiun, Sugino mengatakan pihaknya akan ke lokasi untuk memastikan koin uang kuno tersebut.  Saat ini dirinya belum bisa menyebutkan bahwa benda tersebut merupakan peninggalan dari jaman kerajaan mana.

Nantinya, temuan tersebut akan di data, disurvey, dicatat dan dilaporkan ke bupati serta diteruskan ke BPTB Trowulan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim.

"Baru setelah itu, tim dari Trowulan akan turun melakukan survey ke lapangan. Setelah itu nanti akan diketahui benda tersebut peninggalan jaman kerajaan apa. Kami sudah koordinasi dengan Trowulan atau provinsi, hasilnya nanti dikirim," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.