Selasa, 28 Jul 2026 09:43 WIB

Klinik ini Dilarang Keluarkan Hasil Cek Kesehatan Pekerja ke Taiwan

Salah satu klinik kesehatan di Ponorogo yang dicekal Taipei Economic Trade dan Office (TETO)
Salah satu klinik kesehatan di Ponorogo yang dicekal Taipei Economic Trade dan Office (TETO)

jatimnow.com - Dua klinik kesehatan di Indonesia dicekal oleh Taipei Economic Trade dan Office (TETO). Dua klinik itu adalah Rosella Indah Medical Center, Jakarta dan Klinik Ultra Medika, Ponorogo.

Keduanya diduga asal-asalan menerbitkan laporan pemeriksaan kesehatan atau medical cek up untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI). Pengumuman itu diunggah pada website Teto per tanggal 23 Oktober.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Pengumuman itu berisi: "Sebagai langkah Pemerintah Taiwan untuk mencegah penyebaran wabah penyakit, diinformasikan kepada semua pihak bahwa terhitung dari tanggal 15 November 2019 laporan pemeriksaan kesehatan dari Rosella Indah Medical Center dan Klinik Ultra Medika Ponorogo yang sebelumnya disetujui oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan untuk dapat melakukan Pemeriksaan kesehatan, tidak akan diakui oleh TETO sebagai persyaratan dokumen untuk pengajuan visa umum dan visa PMI. Hal ini disebabkan oleh ditemukannya cukup banyak laporan pemeriksaan kesehatan dari 2 klinik yang tidak memenuhi persyaratan".

"Memang benar ada yang diblacklist. Satu di antaranya di Ponorogo," jawab Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kabupaten Ponorogo, Budianto saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis (31/10/2019).

Budianto menyebut bahwa untuk Klinik Ultra Medika ditangguhkan pelayanannya, yaitu untuk medical chek up PMI khusus tujuan Taiwan. Sedangkan untuk tujuan negara lain, belum ada penangguhan.

"Yang ditangguhkan baru Taiwan saja. Yang Hongkong atau lainnya masih boleh periksa di klinik tersebut," jelas Budianto.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Dia memaparkan, dari pengumuman di Website Teto, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Klinik Ultra Medika. Atas dasar itu, mulai tanggal 15 November 2019, dihentikan terlebih dahulu.

"Ada beberapa hal yang harus diperbaharui menurut Teto atau menurut cek kesehatan yang dikehendaki oleh Taiwan," tambah Budianto.

Ketika ditanya, apakah terdapat banyak PMI yang melakukan medical cek up lalu bermasalah ketika di Taiwan? Budianto mengaku belum mendapat laporan secara resmi. Menurutnya, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada calon PMI untuk tidak medical cek up di klinik itu.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Ke depannya, Pemkab Ponorogo berkeinginan membangun klinik sendiri, sehingga PMI yang akan melakukan medical cek up tidak kesulitan.

"Itu masih dalam tahap penjajakan. Ya semoga saja terwujud," terangnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.