Senin, 27 Jul 2026 22:53 WIB

Polisi Duga Pembunuh Driver Go-Car asal Surabaya Lebih dari Satu Orang

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 24 Okt 2019 16:11 WIB
Pelaku pembunuh driver Go-Car ditangkap Polres Pasuruan
Pelaku pembunuh driver Go-Car ditangkap Polres Pasuruan

jatimnow.com - Pembunuhan yang dilakukan oleh Gianto (36), warga Babatan Gang 1, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya dan membuang jenazah driver Go-Car, Rusdianto (41) ke Tol Pandaan-Malang di KM 74.200/B diduga dilakukan lebih dari satu orang.

"Sampai saat ini pelaku masih mati-matian mengaku melakukan aksi pembunuhan itu sendirian. Namun analisa penyidik, kita masih belum yakin jika pelaku ini melakukan aksi sendirian," jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga: Polres Pasuruan Tangkap Komplotan Pencuri Sapi di Tutur

Baca juga:  

Direncanakan, pada Jumat (25/10/2019) esok, polisi akan melakukan rekonstruksi ulang proses pembunuhan terhadap korban.

"Rekonstruksi kita lakukan mulai dari lokasi awal pelaku melakukan pemesanan Go-Car, berlanjut ke lokasi pembuangan. Agar logika berpikir kita bisa terukur sesuai fakta di lapangan," terang Alumnus AKPOL 2001 ini.

Menurutnya, di dalam bahasa forensik ada 2 kemungkinan atas tewasnya korban yang dibunuh dengan cara dijerat tali tampar (tambang) tersebut.

"Kemungkinannya, pertama jika korban ini memang lengah, atau percaya dengan penumpang. Kedua, ada orang lain yang mengalihkan perhatian korban sehingga, pelaku dengan mudah menjerat leher korban," tukasnya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Pelaku sendiri sempat membuang handphone (Hp) korban di  selokan depan Masjid Changhoo Pandaan. Pelaku juga sempat menjual mobil milik korban via transaksi di media sosial (medsos) ke Kabupaten Jember. Namun gagal. 

Terungkapnya tempat persembunyian pelaku di Perum Pelem Pertiwi Blok JF 10, Desa Pelem Watu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, tidak lepas dari upaya tracker handphone Gianto saat memesan Go-Car dengan akun palsu dengan nama 'Dwi'.

Berdasar pengakuan pelaku dihadapan penyidik, motif yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut adalah faktor ekonomi.

"Motif pelaku melakukan pembunuhan ini terhadap korban, karena pelaku ingin menguasai mobil korban karena tengah terlilit hutang," terangnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Rusdianto (41) diketahui mempunyai 2 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yaitu warga Jalan Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya dan Jalan Rejo Makmur 2A, Kelurahan Pakal, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Korban merupakan seorang driver Go-Car dan meninggalkan rumah untuk bekerja serta tidak bisa dihubungi sejak Senin (21/10/2019) lalu.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.