Minggu, 07 Jun 2026 02:16 WIB

Muhammadiyah Sebut Polisi Bisa Lacak Pelaku Crosshijaber

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti, halal bi halal dengan seluruh jajaran Muhammadiyah pusat maupun daerah di Gedung Pusat Muhammadiyah, Senin (17/6). Foto: Republika/Rahma Sulistya
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti, halal bi halal dengan seluruh jajaran Muhammadiyah pusat maupun daerah di Gedung Pusat Muhammadiyah, Senin (17/6). Foto: Republika/Rahma Sulistya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Fenomena crosshijaber atau pria menggunakan jilbab serta cadar cukup meresahkan dan ramai diperbincangkan di media sosial baru-baru ini.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai polisi bisa melacak pelaku crosshijaber yang memiliki akun media sosial.

"Polisi bisa melacak (pelaku crosshijaber) karena mereka punya akun media sosial, dan kalau ada akun media sosial maka secara teori polisi tahu siapa mereka," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti kepada Republika, Selasa (15/10).

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

Mu'ti berpandangan, secara teori polisi dapat melacak pelaku crosshijaber karena pelaku memiliki akun media sosial. Sehingga menurut dia fenomena crosshijaber ini tidak perlu dibesar-besarkan.

Muhammadiyah juga meminta pihak kepolisian menyelidiki fenomena crosshijaber. Kalau pelakunya adalah orang yang mengalami kelainan maka harus dibina.

"Jadi penyelidikan polisi ini bukan dimaksudkan menjadikan mereka (pelaku crosshijaber) pelaku kriminal, tetapi memastikan siapa mereka dan apa motifnya," ujarnya.

Mu'ti juga mengingatkan, menurut ajaran agama Islam seorang pria tidak boleh berpenampilan seperti seorang wanita. Begitu pula sebaliknya seorang wanita tidak boleh berpenampilan seperti pria.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengingatkan bahwa fenomena crosshijaber perlu diwaspadai. MUI juga mengharamkan pria berpenampilan seperti wanita dan sebaliknya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Fenomena crosshijaber perlu diwaspadai, apa motif gerakan ini, apakah sekedar mode saja ataukah ada motif lain, misalnya kriminal, teror atau ingin merusak citra hijab itu sendiri," kata Wakil Ketua Umum MUI, KH Zainut tauhid Sa'adi.

KH Zainut menegaskan, apapun alasannya bila pria berdandan menyerupai wanita maka haram hukumnya. Sebab ajaran Islam melarang keras pria menyerupai wanita dan wanita menyerupai pria. Secara takdir dan syariat pria dan wanita adalah berbeda.

Dia mengutip hadis yang melarang pria berdandan menyerupai wanita dan wanita berdandan seperti pria. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki (HR Imam Bukhori).

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id.

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.