Kamis, 11 Jun 2026 15:08 WIB

Miliki 800 Bambu Unik, Pria di Ponorogo ini Ajak 'Bicara' Koleksinya

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 15 Okt 2019 18:13 WIB
Sulardi Warno tunjukkan koleksi bambu uniknya
Sulardi Warno tunjukkan koleksi bambu uniknya

jatimnow.com - Memiliki 800 bambu dari berbagai jenis, Sulardi Warno warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo ini kini membuat museum kecil berukuran 3x6 meter di rumahnya untuk menampung hasil kolektornya tersebut.

Pria berumur 48 tahun yang kerap disapa Mbah Warno itu mengatakan jika dirinya selalu berkomunikasi dengan bambu-bambu yang dimilikinya tersebut.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Sebelum saya ambil, saya mengobrol dengan mereka (bambu red)," katanya, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, dia harus melakukan ritual khusus terlebih dahulu sebelum mengambil bambu untuk dikoleksinya.

"Tidak bisa saya beberkan bagaimana ritual khususnya. Yang jelas saya melakukan komunikasi," ujarnya.

Ketertarikan mengkoleksi dan merawat bambu tersebut dilakukan setelah dirinya berkomunikasi dengan roh penjaga salah satu bambu yang memintanya untuk merawatnya.

"Saat itu roh bambu tersebut bilang kepada saya untuk cukup merawatnya saja. Dia juga bilang dengan merawat bambu akan membawa berkah tersendiri," terangnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ke 800 bambu yang dikoleksinya tersebut mempunyai beragam bentuk dan ukuran. Mulai bambu yang menyerupai naga, tongkat, trisula, ular dan berbagai macam bentuk lainnya.

"Semua bambu yang saya koleksi semua ada namanya tersendiri bahkan untuk penemaan setiap bentuk bambu ada pakemnya dari para sesepuh bambu, tidak bisa sembarangan," katanya.

Dia mengaku, bambu mempunyai daya tarik tersendiri utamanya dari segi bentuk dan daya magisnya.

Bahkan jika sebagian orang lebih memilih berburu bambu petuk atau bambu yang kedua cabangnya saling bertemu, ia justru mengumpulkan dan mengoleksi semua bambu yang menurutnya memiliki keunikan dan petuah tersendiri.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Menariknya, meski koleksi bambunya sudah mencapai ratusan dia tidak pernah sekalipun menjual bambu miliknya. Namun jika ada orang lain yang ingin meminang bambunya, Warno persilakan tanpa memungut biaya.

Bapak 5 anak ini menuturkan jika dalam merawat bambu koleksinya cukup dibersihkan setiap hari dan dilapisi dengan pernis agar bambunya tidak lapuk.

Bahkan untuk perawatan secara spiritual ia rutin untuk membakar dupa 3 sampai 5 batang setiap beberapa waktu.

"Sebenarnya tujuan saya membuat museum ini untuk mengenalkan kepada masyarakat jika bambu unik itu bukan hanya bambu petuk, melainkan ada banyak bambu unik lainnya," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.