Jumat, 12 Jun 2026 07:08 WIB

Dinyatakan Bebas, Tiga Anak LPKA Blitar Malah Tak Mau Ikut Unas

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 23 Apr 2018 14:44 WIB
Suasana ruang Ujian Nasional siswa binaan di Blitar
Suasana ruang Ujian Nasional siswa binaan di Blitar

jatimnow.com - Sebanyak enam anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Blitar hari ini mengikuti Ujian Nasional (UN).

Dari sembilan anak binaan yang terdaftar sebagai peserta UN, tiga diantaranya memilih untuk tidak mengikuti ujian, karena sudah dinyatakan bebas.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Para anak binaan mulai mengerjakan ujian pada sesi kedua atau yang dimulai pada jam 10.30 WIB dengan durasi 120 menit.

"3 anak itu mereka berasal dari Blitar, Lumajang dan Bojonegoro. Mereka bebas diwaktu yang tidak sama, satu bebas di 2017 sementara yang dua di awal tahun 2018," kata Kasi Pembinaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar, Andik Ariawan, Senin (23/04/2018).

Andik menjelaskan, program pendidikan anak binaan usia SMP dilakukan melalui kerjasama dengan SMP Agroganik, Garum.

Hak memperoleh pendidikan menjadi salah satu prioritas LPKA Kelas I Blitar kepada anak binaan.

Mereka yang mengerjakan naskah UN terdiri dari berbagai kasus, diantaranya kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA).

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Prioritas LPKA ialah untuk memaksimalkan hak pendidikan anak binaan agar diperoleh secara maksimal. Mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA kita fasilitasi semuanya," terang Andik.

Meski sekolah pada umumnya menggelar ujian menggunakan komputer (UNBK), hal berbeda dirasakan oleh anak binaan LPKA. Para anak binaan mengerjakan naskah dengan menggunakan kertas atau disebut Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

"Mereka (anak binaan) ujian pakai UNKP. Yang di SMPN 1 Garum ini ada 9 anak yang terdiri dari 5 anak binaan LPKA dan empat siswa kami," kata Kepala SMP Agroganik Garum Damiri, di SMPN 1 Garum.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Ia menambahkan, minimnya persiapan, membuat pelaksanaan ujian nasional harus menggunakan komputer meski di Lembaga lain sudah menggunakan komputer.

"Waktunya juga mepet untuk persiapan. Selain itu bagi sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 20 masih belum bisa menyelenggarakan ujian mandiri. Jadi kami nunut di SMPN 1 Garum untuk pinjam kelasnya," imbuhnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto




Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.