Selasa, 28 Jul 2026 16:02 WIB

Dinyatakan Bebas, Tiga Anak LPKA Blitar Malah Tak Mau Ikut Unas

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 23 Apr 2018 14:44 WIB
Suasana ruang Ujian Nasional siswa binaan di Blitar
Suasana ruang Ujian Nasional siswa binaan di Blitar

jatimnow.com - Sebanyak enam anak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Blitar hari ini mengikuti Ujian Nasional (UN).

Dari sembilan anak binaan yang terdaftar sebagai peserta UN, tiga diantaranya memilih untuk tidak mengikuti ujian, karena sudah dinyatakan bebas.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Para anak binaan mulai mengerjakan ujian pada sesi kedua atau yang dimulai pada jam 10.30 WIB dengan durasi 120 menit.

"3 anak itu mereka berasal dari Blitar, Lumajang dan Bojonegoro. Mereka bebas diwaktu yang tidak sama, satu bebas di 2017 sementara yang dua di awal tahun 2018," kata Kasi Pembinaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar, Andik Ariawan, Senin (23/04/2018).

Andik menjelaskan, program pendidikan anak binaan usia SMP dilakukan melalui kerjasama dengan SMP Agroganik, Garum.

Hak memperoleh pendidikan menjadi salah satu prioritas LPKA Kelas I Blitar kepada anak binaan.

Mereka yang mengerjakan naskah UN terdiri dari berbagai kasus, diantaranya kasus perlindungan perempuan dan anak (PPA).

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Prioritas LPKA ialah untuk memaksimalkan hak pendidikan anak binaan agar diperoleh secara maksimal. Mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA kita fasilitasi semuanya," terang Andik.

Meski sekolah pada umumnya menggelar ujian menggunakan komputer (UNBK), hal berbeda dirasakan oleh anak binaan LPKA. Para anak binaan mengerjakan naskah dengan menggunakan kertas atau disebut Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

"Mereka (anak binaan) ujian pakai UNKP. Yang di SMPN 1 Garum ini ada 9 anak yang terdiri dari 5 anak binaan LPKA dan empat siswa kami," kata Kepala SMP Agroganik Garum Damiri, di SMPN 1 Garum.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Ia menambahkan, minimnya persiapan, membuat pelaksanaan ujian nasional harus menggunakan komputer meski di Lembaga lain sudah menggunakan komputer.

"Waktunya juga mepet untuk persiapan. Selain itu bagi sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 20 masih belum bisa menyelenggarakan ujian mandiri. Jadi kami nunut di SMPN 1 Garum untuk pinjam kelasnya," imbuhnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto




Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.