Sabtu, 13 Jun 2026 13:52 WIB

Wapres Jusuf Kalla Resmikan Pusat Studi Ekonomi Islam di Gontor

Jusuf Kalla kunjungan kerja ke Pondok Modern Gontor
Jusuf Kalla kunjungan kerja ke Pondok Modern Gontor

jatimnow.com - Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Kamis (3/9/2019).

Dalam kunjungannya, Jusuf Kalla meresmikan menara baru Masjid Jami Pondok Modern Darussalam Gontor dan Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam Universitas Darussalam (UNIDA).

Baca Juga: Pondok Pesantren Gontor Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Jumat 20 Maret

Untuk Gedung Pusat Studi Ekonomi merupakan tanah wakaf dari keluarga Kalla.

"Untuk Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor atau Center of Islamic Economic Studies (CIES), yang pada awal peletakan batu pertamanya juga oleh M Jusuf Kalla dan Bapak Suahaeli Kalla yang mewakili dari pihak keluarga," kata Rektor Unida, Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi saat sambutan.

Gedung CIES ini difungsikan sebagai gedung pusat Studi Ekonomi Islam, pusat kajian dan gerakan bisnis strategis yang terkait dengan pengembangan ekonomi dan manajemen.

Baca Juga: Pondok Gontor Ponorogo Gelar World Muslim Scout Jamboree 2025 Menuju 100 Tahun

Gedung terdiri dari dua lantai memilik luas 52 meter x 29,5 meter ini menelan dana pembangunan total kurang lebih Rp 11 Miliar dan seluruh pembiayaannya merupakan bantuan dari keluarga Haji Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa sengaja mewakafkan tanah untuk Pondok Gontor.

"Abad ini abad penuh perubahan. Bahwa pondok modern itu sangat berkembang sangat dinamis, modern tahun 30 berbeda tahun 2019/2020. Jadi dengan mewakafkan, bisa mendorong kemajuan Gontor," katanya.

Baca Juga: Peringatan 100 Tahun Gontor Ponorogo, Diawali dengan Sujud Syukur

Menurutnya, wakaf tersebut juga dapat menunjang perekonomian karena terus berubah. Ia menceritakan, keluarganya sejak tahun 1970 menghargai Ponpes Gontor.

"Insya Allah untuk menjadi kemajuan masyarakat di daerah bisa sejalan dengan kemajuan bangsa ini karena saya akan selalu katakan beda antara sekolah dan museum," ujarnya.

"Kalau pendidikan ke depan harus selalu baik. Dan jangan melihat ke belakang layaknya museum yang melihat ke belakang dan bangga melihat kemajuan masa lalu. Kita harus melihat ke depan yang jauh lagi. Gontor bisa beramal jariyah, menara Masjid Jami, pendidikan ekonomi syariah," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.