Senin, 08 Jun 2026 23:41 WIB

Si Komo Probolinggo: Kopi itu Digiling, Bukan Digunting

Penampakan Si Komo Probolinggo
Penampakan Si Komo Probolinggo

jatimnow.com - Sebuah kedai kopi jalanan yang satu ini berbeda dengan kedai-kedai kopi lainnya. Selain menggunakan motor, kedai kopi jalanan itu menyajikan kopi racikan.

Kedai kopi jalanan itu cukup tenar bagi pecinta kopi di Kota Probolinggo. Barista pencipta kedai kopi jalanan itu, menamakan kedainya dengan sebutan Si Komo, Si Kopi Motor Probolinggo. Si Komo dapat dijumpai hampir setiap malam di Alun-alun Kota Probolinggo.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Si Komo Probolinggo ini merupakan kedai kopi ciptaan Setyo Adi Nugroho, seorang barista yang ada di Probolinggo. Kedai kopi jalanan ini menjajakan kopi racikan khas Probolinggo di atas kedai yang ditarik motor tua jenis Honda tahun 70-an.

"Kami memang menyajikan racikan kopi di jalanan agar masyarakat semua lapisan bisa menikmati," kata Setyo, Rabu (2/10/2019).

Setyo mengaku, kopi yang ia sajikan ke konsumen harganya relatif sangat murah. Segelas kopi racikannya, hanya dibandrol Rp 5 ribu.

Si Komo menampilkan kopi asli ProbolinggoSi Komo menampilkan kopi asli Probolinggo

"Kalau racikan kopi kayak ini, di kedai atau kafe, bisa dua kali lipat (harganya). Namun saya menjual kopi ini dengan harga murah, sehingga bisa dibeli oleh semua kalangan, baik anak muda atau orang dewasa," ujarnya.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Kopi yang dijual oleh Setyo di kedai jalanannya itu merupakan kopi asli dari Bumi Probolinggo.

"Biasanya saya peroleh jenis kopi robusta dan arabika dari daerah Krucil dan Bromo Kabupaten Probolinggo. Karena daerah tersebut sekitar 4000 hektare tumbuh pohon kopi rakyat," terang Setyo.

Selain itu, kopi yang disajikan Setyo itu bukan hasil pabrikan, tetapi bubuk kopi hasil penggilingan.

"Nikmatnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kopi gunting (sachet)," ungkapnya.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

Pria yang sudah menjalani bisnis kopi motor sejak tahun 2018 ini mengaku, omzet yang diperolehnya setiap penjualan kopi, mencapai Rp 400-500 ribu setiap hari.

"Alhamdulillah dengan bisnis yang saya jalani, saya bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. Terbukti saat ini saya sudah memiliki karyawan," papar Setyo.

Dalam kedai motornya itu, terpampang tulisan 'Kopi itu Digiling, bukan Digunting, 100% Kopi Murni Indonesia'.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.