Minggu, 26 Jul 2026 19:33 WIB

Si Komo Probolinggo: Kopi itu Digiling, Bukan Digunting

Penampakan Si Komo Probolinggo
Penampakan Si Komo Probolinggo

jatimnow.com - Sebuah kedai kopi jalanan yang satu ini berbeda dengan kedai-kedai kopi lainnya. Selain menggunakan motor, kedai kopi jalanan itu menyajikan kopi racikan.

Kedai kopi jalanan itu cukup tenar bagi pecinta kopi di Kota Probolinggo. Barista pencipta kedai kopi jalanan itu, menamakan kedainya dengan sebutan Si Komo, Si Kopi Motor Probolinggo. Si Komo dapat dijumpai hampir setiap malam di Alun-alun Kota Probolinggo.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Si Komo Probolinggo ini merupakan kedai kopi ciptaan Setyo Adi Nugroho, seorang barista yang ada di Probolinggo. Kedai kopi jalanan ini menjajakan kopi racikan khas Probolinggo di atas kedai yang ditarik motor tua jenis Honda tahun 70-an.

"Kami memang menyajikan racikan kopi di jalanan agar masyarakat semua lapisan bisa menikmati," kata Setyo, Rabu (2/10/2019).

Setyo mengaku, kopi yang ia sajikan ke konsumen harganya relatif sangat murah. Segelas kopi racikannya, hanya dibandrol Rp 5 ribu.

Si Komo menampilkan kopi asli ProbolinggoSi Komo menampilkan kopi asli Probolinggo

"Kalau racikan kopi kayak ini, di kedai atau kafe, bisa dua kali lipat (harganya). Namun saya menjual kopi ini dengan harga murah, sehingga bisa dibeli oleh semua kalangan, baik anak muda atau orang dewasa," ujarnya.

Baca Juga: Menagih Perkara Pencabulan Balita 3 Tahun di Kota Probolinggo, Ini Kata Polisi

Kopi yang dijual oleh Setyo di kedai jalanannya itu merupakan kopi asli dari Bumi Probolinggo.

"Biasanya saya peroleh jenis kopi robusta dan arabika dari daerah Krucil dan Bromo Kabupaten Probolinggo. Karena daerah tersebut sekitar 4000 hektare tumbuh pohon kopi rakyat," terang Setyo.

Selain itu, kopi yang disajikan Setyo itu bukan hasil pabrikan, tetapi bubuk kopi hasil penggilingan.

"Nikmatnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kopi gunting (sachet)," ungkapnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Pria yang sudah menjalani bisnis kopi motor sejak tahun 2018 ini mengaku, omzet yang diperolehnya setiap penjualan kopi, mencapai Rp 400-500 ribu setiap hari.

"Alhamdulillah dengan bisnis yang saya jalani, saya bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. Terbukti saat ini saya sudah memiliki karyawan," papar Setyo.

Dalam kedai motornya itu, terpampang tulisan 'Kopi itu Digiling, bukan Digunting, 100% Kopi Murni Indonesia'.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.