Selasa, 28 Jul 2026 13:51 WIB

Aturan Main Berobat di Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 17 Sep 2019 16:13 WIB
Salah satu pasien melihat daftar antrean di pengobatan alternatif Ningsih Tinampi
Salah satu pasien melihat daftar antrean di pengobatan alternatif Ningsih Tinampi

jatimnow.com - Untuk mendapatkan pengobatan dari Ningsih Tinampi, tidaklah mudah. Selain antrean panjang, para calon pasien juga harus datang langsung dengan menyerahkan fotokopi KTP berikut nomor handphone.

Saat sampai di kampung Ningsih Tinampi di Gang Lambau Dusun Lebakrejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pasien harus mengantre, baik untuk memarkir kendaraan maupun mendaftar.

Baca Juga: Fenomena Semburan Air Lumpur Kembali Gegerkan Warga Sidomulyo Bojonegoro, Tercium Bau Belerang

Tidak ada cara online untuk mendaftar pengobatan alternatif Ningsih Tinampi ini. Ratusan hingga ribuan calon pasien wajib datang untuk mengisi buku antrean hingga menyerahkan fotokopi KTP serta nomor handphone.

"Sebenarnya kita tidak pakai KTP, karena pasien yang datang membludak sampai ribuan orang, makanya kita pakai fotokopi KTP, agar tertib," jelas Eko, Humas Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi kepada jatimnow.com, Selasa (17/9/2019).

Eko menambahkan, waktu pendaftaran dimulai pukul 06.00 Wib sampai pukul 11.00 Wib. Sedangkan untuk setiap hari Senin, loket pendaftran tutup atau libur.

Baca Juga: Fenomena Sayat Lengan Merebak di Ponorogo Dipicu Artis Korea Bunuh Diri, Miris!

Setelah semua data pasien terekapitulasi, baru diumumkan, pada tanggal berapa dan jam berapa mereka mendapat nomor antrean untuk berobat. Biasanya, kalau pasien membeludak, pengumuman kapan seorang pasien mendapat nomor antrean untuk berobat, diumumkan antara pukul 19.00 sampai 20.00 Wib.

"Kalau ramai, fungsi KTP ini untuk mengetahui apakah pasien ini datang dari luar Pulau Jawa atau dari Jawa sendiri. Kalau dari luar Pulau Jawa, kita lihat dulu kondisinya, apakah kita prioritaskan apa tidak. Sebab mereka kan datang dari jauh," ungkapnya.

Baca Juga: Perang Sarung Kian Marak, Taman Zakat Harap Saling Mengasihi

Sementara itu, Ningsih Tinampi saat ditemui wartawan, mengaku bila sehari bisa mengobati 150 sampai 200 orang pasien.

"Kadang saking banyaknya pasien. Hari Senin yang jadwalnya anak-anak (crew) saya libur, akhirnya tidak bisa libur. Kita menangani yang mau berobat," tukas Ningsih Tinampi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.