Rabu, 10 Jun 2026 14:00 WIB

Angkernya Bendungan Wates: Kakek Tua Misterius hingga Sederet Ritual

Penampakan Bendungan Wates Madiun yang dikenal angker (foto: Istimewa)
Penampakan Bendungan Wates Madiun yang dikenal angker (foto: Istimewa)

jatimnow.com - DAM atau bendungan di Dusun Wates, Desa Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tempat tiga pekerja proyek tewas tenggelam, disebut angker oleh warga setempat. Apa saja fakta yang menguatkan asumsi warga tersebut?

Peristiwa terbaru di bendungan tersebut terjadi Jumat (6/9/2019). Tiga pekerja proyek yang hilang tenggelam di bendungan tersebut ditemukan, setelah warga sepakat menggelar ritual dengan melarung tiga ekor ayam putih hidup-hidup dan kembang telon (bunga tiga warna).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Percaya atau tidak, satu jam berselang, tiga pekerja itu ditemukan sekitar pukul 17.00 Wib. Padahal tim gabungan sudah melakukan pencarian sejak pukul 11.00 Wib dan tak kunjung menemukannya. Namun, tiga pekerja asal Ponorogo itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca juga:  

Kepala Desa Kebonagung Alex Susanto mengatakan, ritual melarung tiga ayam putih hidup-hidup itu digelar setelah mendapat saran dari para sesepuh desa setempat. Sebab pada tahun 2008, cara yang sama dilakukan hingga orang yang hilang tenggelam saat itu, juga ditemukan.

"Ini ayam putih mulus untuk mencari korban yang tenggelam di bendungan sini," tutur Alex, Sabtu (7/9/2019).

Dari data yang tercatat di desa, sudah ada 9 orang yang tenggelam di bendungan angker tersebut. Dan setiap pencariannya, selalu melibatkan prosesi ritual larung ayam putih hidup-hidup.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

"Tempat ini angker dan sudah sembilan korban yang meninggal tenggelam. Dulu pencarian juga memakai ayam putih ini," ungkapnya.

Menurut sesepuh desa, lanjut Alex, dilarungnya ayam purih ke bendungan itu ditujukan sebagai persembahan sesaji untuk sang penunggu bendungan.

"Biasanya untuk sesajen yang menunggu bendungan. Kemarin, saya juga basah-basahan karena ikut berenang mencari korban," ujar Alex.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Dari cerita yang berkembang di warga setempat, Bendungan Wates itu ditunggu oleh makhluk gaib yang kerap menjelma menjadi seorang kakek tua. Namun sang penunggu dipercaya tidak pernah mengganggu warga setempat. Korban tenggelam, rata-rata warga dari luar daerah.

"Kebanyakan orang luar daerah yang ndak tahu kondisi lokasi. Kalau warga sekitar tidak ada yang berani. Itu rumahnya (penunggu bendungan) di sana, yang saya buatkan rumah kecil," jelasnya.

Dia mengatakan, Bendungan Wates merupakan bendungan yang dibangun dan berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Menurutnya, banyak kejadian misterius sehingga membuat bendungan tersebut disebut angker.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.