Minggu, 26 Jul 2026 08:35 WIB

Meriahnya Festival Karapan Sapi Brujul di Semipro 2019

Lomba Karapan Sapi Brujul Semipro 2019 berlangsung meriah
Lomba Karapan Sapi Brujul Semipro 2019 berlangsung meriah

jatimnow.com - Festival Karapan Sapi Brujul digelar dalam rangkaian Seminggu di Kota Parobolinggo (Semipro) di lapangan Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Kedopok, Sabtu (7/9/2019).

Karapan Sapi Brujul milik Kota Probolinggo sendiri telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda asli daerah setempat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) pada Agustus 2019 kemarin.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

Festival ini diikuti 50 pasang sapi dari yang diperlombakan adu cepat di lapangan berlumpur berukuran 135 x 25 meter dengan kedalaman 50 sentimeter yang dipandu oleh seorang joki yang sudah dipilih masing-masing pemilik.

"Festival ini sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Apalagi saat ini Karapan Sapi Brujul sudah diakui sebagai warisan budaya asli Kota Probolinggo," kata Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin.

Ia berencana akan terus mempromosikan budaya ini di tingkat nasional bahkan internasional.

"Sehingga kebudayaan lokal bisa lebih dikenal masyarakat luas. Secara otomatis akan bisa menjadi daya tarik wisatawan bisa berkunjung ke Kota Probolinggo," jelasnya.

Baca Juga: Menagih Perkara Pencabulan Balita 3 Tahun di Kota Probolinggo, Ini Kata Polisi

Pemkot Probolinggo berencana akan menggelar kembali Festival Karapan Sapi Brujul pada Oktober bulan depan dalam Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur untuk bisa melaksanakan kegiatan Karapan Sapi Brujul di tingkat nasional sehingga kegiatan ini juga bisa diikuti oleh masyarakat daerah lain," terangnya.

Ia menceritakan, Karapan Sapi Brujul merupakan budaya asli Kota Probolinggo. Sekitar tahun 1960, petani memiliki kebiasaan sebelum membajak tanah sawah untuk menanam padi kerap menggelar perlombaan dengan pemilik sapi lainnya.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

Perbedaan Karapan Sapi Brujul dengan karapan pada umumnya, terletak pada jenis sapinya. Sapi Brujul merupakan sapi yang dipakai warga Kota Probolinggo untuk membajak sawahnya. Selain itu, Karapan Sapi Brul digelar di lapangan berlumpur.

Dalam perlombaan, tidak diperbolehkan penjoki mengunakan paku saat memacu tunggannya. Pejoki hanya diperbolehkan mengunakan pecut saja sehingga pantat sapi tidak luka dan berdarah.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.