Senin, 08 Jun 2026 22:46 WIB

Meriahnya Festival Karapan Sapi Brujul di Semipro 2019

Lomba Karapan Sapi Brujul Semipro 2019 berlangsung meriah
Lomba Karapan Sapi Brujul Semipro 2019 berlangsung meriah

jatimnow.com - Festival Karapan Sapi Brujul digelar dalam rangkaian Seminggu di Kota Parobolinggo (Semipro) di lapangan Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Kedopok, Sabtu (7/9/2019).

Karapan Sapi Brujul milik Kota Probolinggo sendiri telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda asli daerah setempat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) pada Agustus 2019 kemarin.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Festival ini diikuti 50 pasang sapi dari yang diperlombakan adu cepat di lapangan berlumpur berukuran 135 x 25 meter dengan kedalaman 50 sentimeter yang dipandu oleh seorang joki yang sudah dipilih masing-masing pemilik.

"Festival ini sebagai bentuk pelestarian budaya daerah. Apalagi saat ini Karapan Sapi Brujul sudah diakui sebagai warisan budaya asli Kota Probolinggo," kata Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin.

Ia berencana akan terus mempromosikan budaya ini di tingkat nasional bahkan internasional.

"Sehingga kebudayaan lokal bisa lebih dikenal masyarakat luas. Secara otomatis akan bisa menjadi daya tarik wisatawan bisa berkunjung ke Kota Probolinggo," jelasnya.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Pemkot Probolinggo berencana akan menggelar kembali Festival Karapan Sapi Brujul pada Oktober bulan depan dalam Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur untuk bisa melaksanakan kegiatan Karapan Sapi Brujul di tingkat nasional sehingga kegiatan ini juga bisa diikuti oleh masyarakat daerah lain," terangnya.

Ia menceritakan, Karapan Sapi Brujul merupakan budaya asli Kota Probolinggo. Sekitar tahun 1960, petani memiliki kebiasaan sebelum membajak tanah sawah untuk menanam padi kerap menggelar perlombaan dengan pemilik sapi lainnya.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

Perbedaan Karapan Sapi Brujul dengan karapan pada umumnya, terletak pada jenis sapinya. Sapi Brujul merupakan sapi yang dipakai warga Kota Probolinggo untuk membajak sawahnya. Selain itu, Karapan Sapi Brul digelar di lapangan berlumpur.

Dalam perlombaan, tidak diperbolehkan penjoki mengunakan paku saat memacu tunggannya. Pejoki hanya diperbolehkan mengunakan pecut saja sehingga pantat sapi tidak luka dan berdarah.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.