Rabu, 22 Jul 2026 03:49 WIB

Insiden Asrama Kalasan

Berbaju Tahanan, PNS Kecamatan Tambaksari Tersangka Rasisme Minta Maaf

SA, PNS Kecamatan Tambaksari, Surabaya, tersangka dugaan rasisme dalam insiden di Asrama Kalasan
SA, PNS Kecamatan Tambaksari, Surabaya, tersangka dugaan rasisme dalam insiden di Asrama Kalasan

jatimnow.com - SA, pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Kecamatan Tambaksari, Surabaya yang ditetapkan tersangka atas kasus dugaan diskriminasi ras atau rasisme dalam insiden di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan atau Asrama Kalasan Surabaya, resmi ditahan Polda Jatim.

Saat digiring dari ruang Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menuju ruang tahanan, SA meminta agar penyidik membawanya ke depan kamera para awak media. Di sana, SA menyampaikan permohonan maaf atas apa yang ia lontarkan dalam insiden Asrama Kalasan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Baca juga:  

"Seluruh saudara-saudaraku yang berada di Papua, saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila perbuatan saya tidak menyenangkan. Saya ingin mohon maaf saja," ucap SA yang saat itu sudah berbaju tahanan dan mengenakan masker, Selasa (3/9/2019).

Selain meminta maaf secara lisan, SA juga membuat pernyataan permohonan maaf secara tertulis pada secarik kertas yang bertandatangan dirinya.

Kuasa Hukum SA menunjukkan surat permohonan maaf kliennyaKuasa Hukum SA menunjukkan surat permohonan maaf kliennya

Berikut isi surat tersebut:
Saya atas nama personal dan mewakili warga Surabaya, meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara Papua di tanah air Indonesia atas perbuatan yang saya lakukan.

Bukan maksud dan tujuan saya untuk melecehkan atau merendahkan bahkan bertindak rasisme kepada saudara-saudara Papua di tanah air.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Melainkan bentuk kekecewaan saya atas pelecehan harga diri bangsa kita berupa simbol negara bendera merah putih yang telah dimasukkan dalam selokan.

Bagi saya NKRI harga mati.

Surat pernyataan ini saya buat tanpa ada unsur paksaan dan tekanan dari pihak manapun.

Sementara, saat ditanya perkataan apa sebenarnya yang ia lontarkan saat itu, SA menyatakan menyerahkan semuanya kepada tim kuasa hukumnya.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

"Untuk video saya sudah di lawyer. Surat pernyataan saya sudah di lawyer, yang nanti dari pihak lawyer saya konfirmasi," jelasnya.

Salah satu Kuasa Hukum SA, Hishom Prasetyo menambahkan bahwa kliennya akan menjalani proses hukum sebagaimana mestinya. Upaya lain untuk meringankan masih didiskusikan bersama tim kuasa hukum.

"Sementara proses hukum sudah sampai pada tahap penahanan. Selebihnya kami akan mendiskusikan dengan tim apakah akan mengajukan penangguhan penahanan atau mengajukan upaya hukum lain seperti pra peradilan, akan kami sampaikan kemudian," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.