Selasa, 09 Jun 2026 01:39 WIB

Askonas Siap Tingkatkan SDM Hadapi Revolusi Industri 4.0

Munas dan Rapimnas Askonas di Surabaya
Munas dan Rapimnas Askonas di Surabaya

jatimnow.com - Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

"Indonesia merupakan market jasa konstruksi lima besar di dunia, namun tantangan yang kita hadapi kedepan adalah soal SDM," kata Rahmatullah, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Askonas, di hotel Mercury Surabaya, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Schneider Electric Kenalkan Sustainability Consultancy Services di Surabaya

"Hal tersebut bisa dilihat dari data stratifikasi pendidikan dari data yang ada mayoritas 43 persen itu masih lulusan SMP dan SMA, yang sarjana angkatan kerja di jasa konstruksi pun sama," imbuhnya.

Pihaknya akan menciptakan sumber daya manusia yang terampil kemudian yang siap untuk menjawab tantangan jasa konstruksi kedepan. Sebab, persaingan pasar dan tantangan jasa konstruksi kedepan tidaklah mudah.

"Data jasa konstruksi nasional kita, dari 165 ribu jasa konstruksi, 17 persen badan usaha menengah besar tapi mereka menguasai 80 persen jasa. Ini tantangan bagi kita, ada kesenjangan dan ketimpangan yang harus kita selesaikan intinya apa kita harus mempersiapkan jasa konstruksi termasuk se Jawa Timur," ujarnya.

Dengan mempersiapkan SDM jasa konstruksi, Askonas berharap pengusaha jasa konstruksi menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Baca Juga: 100 Tukang Bangunan di Bangkalan Uji Sertifikasi, Siap Bersaing hingga Luar Negeri

"Mereka yang harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri mereka harus menjadi subjek di masing-masing daerah oleh karenanya kita sangat mendukung Peraturan Presiden nomor 1 tentang jasa konstruksi," lanjutnya.

Selain itu pihaknya berharap perlindungan terutama kepada pengusaha jasa konstruksi kecil dan di daerah. Harus ada terobosan dan strategi khusus dari semua pihak yaitu, baik pemerintah, pelaku usahanya, maupun masyarakat secara umum.

"Banyak kawasan ekonomi khusus yang bisa dimanfaatkanj oleh jasa konstruksi di daerah, jadi ada multiplayer effect bagi daerah. Sehingga para pengusaha di badan usaha jasa konstruksi di daerah kompetensinya meningkat dan mereka mampu menjadi aktor utama," katanya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Tingkatkan Keahlian Ratusan Kuli Bangunan di Bangkalan

Ketua Panitia Munas dan Rapimnas, Mochammad Hamzah mengatakan bahwa Munas dan Rapimnas adalah mekanisme organisasi yang berlaku setiap lima tahunan.

"Di Munas dan Rapimnas ini diikuti perwakilan Askonas dari seluruh provinsi akan mengatur rumah tangga oragnisasi hingga tentang sertifikasi badan usaha maupun para ahli di bidang jasa konstruksi," katanya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.