Sabtu, 13 Jun 2026 12:14 WIB

Cerita di Balik Dua Nama Jalan Baru Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 21 Jul 2019 11:47 WIB
HOS Cokroaminoto jadi nama jalan di Ponorogo
HOS Cokroaminoto jadi nama jalan di Ponorogo

jatimnow.com - HOS Cokroaminoto dan KH Hasyim Asyari resmi diabadikan menjadi nama jalan di Kabupaten Ponorogo. Bukan tanpa alasan menyematkan dua pahlawan nasional itu menjadi nama jalan. Sebab kedua tokoh itu memiliki histori di Kota Reog.

Dari penelusuran jatimnow.com, HOS Cokroaminoto bernama asli Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Ia disebut lahir di Ponorogo pada 16 Agustus 1883 silam. Sejak kecil, ia akrab dipanggil Oemar Said. Ia juga dikenal sebagai guru Soekarno, Presiden Indonesia pertama.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Cerita lain menyebut, Cokroaminoto merupakan keturunan ulama besar yang menyebarkan agama Islam di Bumi Reog, yaitu Kiai Ageng Muhammad Besari, pendiri Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Selain itu, Cokroaminoto juga merupakan cucu dari RMAA Tjokronegoro II, Bupati Ponorogo Kota Tengah. Tidak heran bila kemudian Cokroaminoto dikenal sebagai Raja Jawa Tanpa Mahkota dan ditakuti penjajah. Jiwa kesalehan diwarisi langsung dari keturunan ulama besar. Sementara kecerdasan dalam birokrasi pemerintah diwarisi dari kakeknya yang merupakan seorang bupati.

"Memang masih ada keturunan dengan Tegalsari. Tetapi jika kelahirannya tidak ada informasi soal itu di buku silsilah keluarga," kata Ketua Yayasan Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Kunto Pramono, Minggu (15/7/2019).

KH Hasyim Asyari jadi nama jalan di PonorogoKH Hasyim Asyari jadi nama jalan di Ponorogo

Kunto menjelaskan, Kiai Ageng Muhammad Besari memiliki 9 anak. Putra ketujuh bernama Muhammad Ilyas dan memiliki anak bernama Kiai Kanjeng Hasan Besari yang sekaligus menantu Keraton Surakarta.

Dari perkawinan dengan Raden Ayu Cokrowinoto, istri kelimanya, lahir 6 anak. Anak keempat adalah RMAA Tjokronegoro I, yang merupakan Bupati Ponorogo Pertama Kota Tengah atau yang juga disebut sebagai Raden Mas Lancur. Tjrokronegoro I ini memiliki empat istri. Dari istri pertama lahir 9 anak. Putra ke empat bernama RM Tjokronegoro II, Bupati Ponorogo Kedua Kota Tengah.

"RM Tjokronegoro II memiliki putra yang kemudian melahirkan HOS Cokroaminoto," ungkap Kunto.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Namun, Kunto mengaku belum mengetahui secara pasti nama bapak dari Cokroaminoto tersebut. Meskipun dalam banyak literatur disebutkan bapak Cokroaminoto adalah Tjokroamiseno. Namun Kunto memiliki data valid yang membuktikan bahwa Tjokroamiseno bukanlah bapak Cokroaminoto.

Kunto mengungkapkan, Tjokroamiseno merupakan putra dari RMAA Tjokronegoro I hasil perkawinan dengan istri kedua. Dengan kata lain Tjokroamiseno merupakan saudara beda ibu dengan RM Trjokronegoro II, kakek Cokroaminoto.

Masih kata Kunto, Cokroaminoto pernah belajar agama di Tegalsari. Setelah mundur dari pekerjaannya menjadi birokrat kolonial, Cokroaminoto bersama RA Soeharsikin, istrinya yang merupakan putri keluarga priyayi RM Mangoensoemo, yang saat itu wakil Bupati Ponorogo, kemudian bertolak ke Madiun untuk mengunjungi sejumlah pondok pesantren.

Sementara, KH Hasyim Ashari dikenal menjadi tokoh yang menentukan arah kiblat salah satu masjid Nahdlatul Ulama (NU) bersejarah di Ponorogo.

KH Hasyim Ashari memiliki jejak peninggalan di Bumi Reog. Salah satunya ulama besar itu bersama Mbah Kiai Wahab turun tangan langsung menentukan arah kiblat Masjid Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan 12 April 1931 silam di Ponorogo.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Selain itu, ulama pesantren yang sering disebut Hadratus Syeikh atau maha guru itu juga meresmikan langsung masjid yang saat itu juga menjadi sentral pendidikan agama di daerah setempat. Ia juga membacakan doa untuk peresmian masjid yang menjadi kebanggaan bagi warga NU itu.

"Arah kiblat dan pembacaan doa saat peresmian langsung dari Mbah Hasyim Ashari," ujar Ketua PCNU Ponorogo, Fatchul Aziz,

Menurut Aziz, KH Hasyim Asyari juga satu guru dengan Mbah Kiai Ibrahim, pendiri PCNU Ponorogo. Karena itu, PCNU Ponorogo oleh Mbah Hasyim ditunjuk sebagai PCNU ketujuh nasional.

"Itu yang menunjuk juga langsung Mbah Hasyim," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.