Minggu, 14 Jun 2026 08:44 WIB

Pilwali Surabaya 2020: Jangan Remehkan Calon Milenial

Surokim Abdussalam, peneliti SSC dan  staf pengajar di Universitas Trunojoyo Madura
Surokim Abdussalam, peneliti SSC dan staf pengajar di Universitas Trunojoyo Madura

jatimnow.com - Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya tahun 2020 diwarnai munculnya calon wali kota dari generasi milenial atau anak muda. Kehadiran mereka untuk tidak diremehkan.

Surokim Abdussalam, peneliti Surabaya Survei Center (SSC) sempat merilis nama Calon Wali Kota (cawali) Surabaya dari kalangan generasi muda Pilwali Surabaya 2020.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Beberapa nama cawali diantaranya, Eri Cahyadi (Kepala Badan Perencanaan Pemerintah Kota Surabaya), KH Zahrul Azhar As'ad atau Gus Hans (Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur), M Sholeh (Advokat), hingga Bayu Airlangga (Ketua Muda Mudi Demokrat Jatim yang juga menantu mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo).

Sedangkan kandidat muda dari kaum perempuan seperti Agnes Santoso (presenter), Siti Nasyiah (aktivis dan penulis buku), Dwi Astuti (pengurus Muslimat Jawa Timur) hingga Asrilia Kurniati (Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita yang juga mantan calon legislatif DPRD Jatim dari Partai Gerindra).

Surokim mengatakan, rilis kandidat muda sebagai cawali Surabaya itu mendapatkan respon yang cukup beragam. Mulai dari optimisme nama baru dalam peta politik pemilihan kepala daerah hingga pesimisme karena tidak percaya kalau kandidat-kandidat muda itu akan mendapatkan rekomendasi partai.

"Kendati 'berat' untuk dilirik partai politik, membaharukan politik itu selalu perlu. Kendati kandidat-kandidat muda itu akhirnya gagal dan batal mencalonkan diri karena tidak dilirik partai, paling tidak kita sudah mengikhtiarkan untuk membaharukan dan me-muda-kan kepemimpinan kota Surabaya," ujar Surokim kepada jatimnow.com, Jumat (19/7/2019).

Ia mengatakan, kebutuhan Kota Surabaya akan masa depan yang mendesak adalah kepemimpinan adaptif progresif. Kecepatan mengikuti perubahan zaman menjadi kunci.

"Pemimpin yang akseleratif, adaptif, dan inovatif lah yang akan melahirkan daya saing kompetitif dimasa kini dan mendatang," ujarnya.

"Menurut saya, sekali lagi kaum muda itu lebih dekat dengan perubahan, mereka surplus energi positif. Kaum muda lebih identik dengan harapan dan ekspektasi baru," tambahnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Peneliti SSC yang juga staf pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini menerangkan, berkaca dari sejarah, pemimpin progresif Indonesia berasal dari kaum muda.

"Sukarno ketika membacakan pledoi Indonesia menggugat yang legendaris itu berusia 29 tahun. Hatta berusia 30 tahun saat mendampingi Sukarno di era tersebut," paparnya.

"Hamengkubuwono IX dinobatkan jadi raja pada usia 28 tahun dan mampu membuktikan sikap kenegarawannannya dalam krisis. Dr Soetomo berusia 20-an saat mendirikan Boedi Oetomo, demikian juga Sutan Syahrir berusia 21 saat menjadi motor penyelenggaraan Kongres Pemuda Indonesia," imbuhnya.

"Semangat 10 November juga digerakkan kaum muda Surabaya. Maka sesekali jangan melupakan sejarah. Saatnya kita memberi tantangan partai, apakah mereka (partai) mau mengusung ide perubahan dan harapan atau akan melulu berkutat pada nama-nama lama yang selama ini beredar nihil perubahan," terangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Menurutnya, semakin banyak tawaran kepada pemilih tentunya akan semakin baik bagi demokratisasi di Kota Surabaya.

"Jangan remehkan generasi muda Surabaya. Mereka kadang bisa jauh membaca kehendak zaman, bahkan bisa menghentak melampauinya," jelasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.