Jumat, 12 Jun 2026 08:01 WIB

Cawali Surabaya Jalur Independen, Pengamat: Jalan Terjal dan Berat

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam
Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya dari jalur independen bakal melalui jalan terjal dan berat untuk memenangi Pemilihan Wali Kota Surabaya 2020.

"Jalan terjal dan berat. Tapi potensial memberi kejutan jika figurnya kuat dan punya magnitude yang wow," kata pengamat politik dari staf pengajar Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, kepada jatimnow.com, Kamis (4/7/2019).

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Menurutnya, figur tidak hanya pada calon wali kota saja, tapi juga pasangannya sebagai calon wakil wali kota harus memiliki daya kejut yang kuat.

Selain itu, calon juga harus memiliki kapasitas dan visi lebih dari wali kota sekarang ini (Tri Rismaharini).

"Juga diperlukan paket lengkap untuk calon independen yang punya kapasitas ekstra. Termasuk visi dan kapasitasnya lebih dari Bu Risma atau sebanding dengan Bu Risma dalam urusan menangani kota," katanya.

Ia menegaskan, pasangan cawali-cawawali independen yang minimalis dan tidak punya daya tarik lebih, maka akan sangat sulit menandingi pasangan calon yang melalui jalur partai politik.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Jika paket itu minimalis, tentu kian berat karena calon-calon yang diusung partai di Surabaya amat kompetitif," tuturnya.

"Calon independen yang ingin maju Pilwali Surabaya nggak bisa memakai jurus bonek (bondo nekat) saja. Harus berhitung segala sesuatunya lebih cermat, termasuk berhitung potensi meraih ceruk suara mengambang (swing dan undecided voters yang pertumbuhannya kian signifikan di Surabaya," terangnya.

Ia menegaskan kembali, pasangan calon independen harus memiliki paket lengkap dan punya daya kejut wow. Kapasitas, kapabilitas, trackrecord dan visi memberi harapan rasional dan progresif pada pembangunan kota ke depan.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Pilkada faktor utama tetap pada kekuatan figur. Jadi kontribusi paling besar pada faktor figur harus punya popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas yang kuat. Setelah itu, baru faktor lain sebagai tambahan atau pelengkap," katanya.

"Jadi kalau ada kader partai tidak punya jalan di partainya dan maju lewat jalur independen, kalau figurnya tidak wow tetap saja menurut saya akan berat," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.