Minggu, 14 Jun 2026 07:23 WIB

Begini Cara Petani di Tulungagung Atasi Serangan Hama Tikus

Warga menyiram air sarang hama tikus di area sawah
Warga menyiram air sarang hama tikus di area sawah

jatimnow.com - Puluhan petani di Tulunggung memburu hama tikus yang merusak sawah mereka, Selasa (2/7/2019). Dengan di bantu oleh anggota TNI perburuan hama tikus ini diberi nama geropyok tikus.

Geropyok tikus ini dengan cara mengaliri lubang persembunyian hewan pengerat dengan air, sehingga tikus keluar dari sarangnnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Ketua kelompok tani Kutoanyar, Agus Heri Purwanto menuturkan, hama tikus ini merusak tanaman padi yang baru berusia 7 hingga 14 hari. Mereka menyerang bagian batang tanaman yang baru ditanam petani. Akibatnya petani terpaksa mengganti tanaman dan bibit padi dengan yang baru.

"Kalau hama ini dibiarkan bisa menyerang tanaman padi saat memasuki usia panen," ujarnya, Selasa (2/7/2019).

Serangan hama tikus ini selalu terjadi setiap musim tanam. Petani sudah berupaya mengendalikan hama ini dengan memberikan obat obatan berupa racun tikus. Namun populasi hama ini terlalu besar sehingga petani kewalahan. Geropyokan tikus ini merupakan salah satu cara pengendalian hama yang dinilai sangat efektif.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Jika dilakukan secara berkelanjutan ini sangat efektif untuk mengurangi populasi hama tikus," imbuhnya.

Sementara itu, petugas Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Tulungagung, Suhartoyo menjelaskan serangan hama tikus ini terjadi merata di seluruh wilayah. Namun serangan ini masih berada di bawah batas ambang wajar, dan masih bisa ditangani.

"Melalui geropyokan ini salah satu caranya, jadi masih bisa ditangani," terangnya.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Adanya pola penanaman yang tidak serempak membuat serangan hama tikus cepat meluas. Para petani diimbau untuk menerapkan pola tanaman serempak, untuk mengurangi dampak serangan tikus. Mereka juga diharapkan bisa melakukan geropoyokan tikus secara berkelanjutan, agar hama ini tidak cepat menyebar.

"Bisa juga dengan melepaskan beberapa predator alami tikus seperti burung hantu maupun ular sawah," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.