Minggu, 07 Jun 2026 09:13 WIB

Pria yang Diduga Teriak PKI saat Sidang Gus Nur Diamankan Polisi

Pria yang diduga berteriak PKI (pegang mic) saat memberikan penjelasan kepada massa Banser di PN Surabaya
Pria yang diduga berteriak PKI (pegang mic) saat memberikan penjelasan kepada massa Banser di PN Surabaya

jatimnow.com - Salim Ahmad, pria yang diduga melontarkan ucapan PKI saat KH. Nuruddin Ar Rahman, Rois Syuriah PWNU Jatim keluar di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Asmoro mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan proses tabayyun antara Banser dan pria yang diduga meneriaki Kiai Nuruddin tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Ini masih proses tabayyun karena permintaan dari Banser, jika nanti sudah selesai saya sampaikan," terang Asmoro, Kamis (13/6/2019).

Asmoro menambahkan, dalam proses tabayyun itu, pihaknya hanya memfasilitasi. Namun jika tidak mendapatkan titik temu akan dilakukan proses hukum.

"Tabayyun-nya ini antara terduga tado dengan Banser," tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi apakah pria tersebut merupakan bagian FPI atau tidak, Asmoro masih belum bisa memastikan.

"Pria ini dari Gorontalo, tapi identitasnya masih belum jelas, sebentar ya," pungkasnya.

Baca juga:  Terdengar Teriakan PKI, Suasana PN Surabaya Kembali Memanas

Teriakan PKI itu diduga dikeluarkan Salim saat Kiai Nuruddin melintas keluar PN Surabaya usai menjadi saksi dalam persidangan kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Atas teriakan yang diduga dilakukan Salim, ratusan massa Banser yang sejak awal mengawal sidang kasus tersebut langsung memblokade pintu PN Surabaya dan meminta agar Salim mengakui ucapannya dan meminta maaf dengan membuat surat pernyataan.

Setelah Salim dihadirkan di depan massa Banser, Salim meminta maaf kepada para Banser dan menyatakan bahwa ucapan PKI itu bukan ditujukan kepada Kiai Nuruddin, melainkan sekedar obrolan bersama temannya.

"Bismillahirrohmanirrohim, Assalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh. Saudara-saudaraku Ansor, Banser, NU, ulama, dengan ini saya minta maaf atas ketersinggungan sampean," ucap Salim saat itu di depan massa Banser.

"InsyaAllah tidak akan mengulangi kedua kali, jadi kita itu waslih, islah. Dan saya bukan mewakili dari Ormas manapun," lanjutnya.

Meski sudah minta maaf, massa Banser masih tidak mau menerima ucapan Salim dan tak kunjung membubarkan diri. Karena Salim saat itu mengaku jika dirinya tidak menghina Kiai NU. Ia hanya membicarakan soal adanya program PKI yang terjadi di Indonesia saat ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Tadi saya hanya bilang sama rekan saya Habib Fadli yang memakai surban hijau tadi, bahwa ada program PKI sekarang ini, bukan menghina kiai sampean karena saya juga orang NU. Saya tinggal di Ampel (Surabaya)," aku Salim.

Massa Banser yang menganggap Salim tidak mengakui perbuatannya akhirnya memutuskan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.

"Baiklah, karena tidak mau mengakuinya. Maka di sini ada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) kita. Penghinaan ini akan kita laporkan ke Polres (Polrestabes Surabaya)," jelas salah satu koordinator massa Banser.

Saat massa Banser membubarkan diri, Salim akhirnya dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.