Rabu, 22 Jul 2026 11:53 WIB

99 Hari Kerja

Janji Khofifah Perangi Pembuang Popok di Sungai, Terealisasi 1 CCTV

Gubernur Jatim Khofifah dalam acara Adopsi Sungai Brantas di DAS Brantas Gunungsari, Surabaya, Minggu (17/2/2019)
Gubernur Jatim Khofifah dalam acara Adopsi Sungai Brantas di DAS Brantas Gunungsari, Surabaya, Minggu (17/2/2019)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjanjikan pemasangan CCTV di Jembatan Karangpilang, Surabaya.

Alasannya, untuk mengetahui pembuang popok di Sungai Brantas. Menjelang memasuki 99 hari kerja pertama, disebut baru terpasang 1 unit CCTV.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Rotasi 6 Pejabat Pemprov Jatim, Ini Susunannya

Wakil Gubernur (Wagub) Emil Elistianto Dardak yang menyebut bahwa satu unit kamera pengintai CCTV sudah terpasang. Pemasangan tersebut masih tahap trial atau percobaan. Rencananya, jumlah CCTV akan ditambah dan areanya diperluas lagi untuk mengatasi masalah sampah yang ada di sungai.

"Kemarin malam kami rapat dengan ibu (Gubernur Khofifah) memetakan RPJMD juga, di situ ibu membahas gimana kita bisa sinergi dengan jaringan fiber optic yang ada," jelas Emil usai membuka acara Rakerwil AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) Jatim di Hotel Harris, Surabaya, Sabtu (18/5/2019).

Emil menambahkan, dari hasil pemasangan CCTV tersebut nantinya akan bisa dievaluasi apa saja kendala pemasangan dan titik-titik yang menjadi perhatian.

"Kita akan evaluasi apa saja kendalanya dan potensi, akan kita tambah perluas," katanya.

Baca juga:  Perangi Sampah Popok di Sungai, Gubernur Khofifah akan Pasang CCTV

Emil menjelaskan bahwa di Kota Surabaya jaringan fiber optic sudah banyak terpasang, lantaran penetrasi broadband yang ada di kota besar.

"Tentunya nanti akan mencoba bersinergi untuk memperkuat keberadaan CCTV yang akan ditambah pemasangannya di beberapa titik sungai di daerah lainnya," tambahnya.

Baca Juga: Misi Dagang Jatim-Riau Naik 3 Kali Lipat, Transaksi Tembus Rp 1 Triliun

Dengan tersedianya CCTV, kata Emil, para oknum-oknum yang membuang sampah atau popok secara sembarangan dan ke sungai bisa terpantau dari kamera.

Setelah dilantik di Jakarta, Gubernur Khofifah langsung ikut bersih-bersih Sungai Brantas di Karangpilang. Saat itu mantan menteri sosial geram melihat sungai dipenuhi sampah. Lebih mengesalkan lagi, mayoritas yang mengapung itu adalah popok.

Ide untuk memasang kamera pengintai CCTV pun lahir untuk langkah pencegahan.

"Maka kita akan memasang CCTV di Jembatan Karangpilang. Tujuannya untuk edukasi sosial bagi masyarakat supaya tidak terus membuang popok ke sungai," jelas Gubernur Khofifah, Minggu (17/2/2019).

Menurutnya, langkah ini akan efektif sebelum memberikan punishment (hukuman) ke masyarakat. Secara reguler, misalnya mingguan, rekaman CCTV itu akan di-share ke media massa dan juga media sosial sebagai edukasi sosial ke pembuang sampah popok.

Baca Juga: Pemprov Jatim Luncurkan Kamar Mewah di RSSA Malang, Dihargai Rp 1 Juta per Malam

Sanksi sosial itu diyakini bakal membawa dampak positif agar masyarakat tak lagi membuang sampah popok di sungai.

Menurutnya, konsumsi popok di Jawa Timur setiap hari sesuai data BPS tahun 2017 sekitar 3,2 juta buah. Dihitung dari jumlah balita umur 0-3 tahun sebanyak 800 ribu anak yang rata- rata perhari menggunakan 4 popok.

"Nah 1,2 juta dari jumlah itu, sampahnya dibuang masyarakat ke sungai, ini dampaknya kompleks," beber Khofifah.

"Untuk perusahaan produsen popok, kita akan ambil komitmen baru dengan pabrik yang bisa memastikan bahwa akan ada pembersihan secara reguler dan terukur dilakukan oleh mereka," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.