Selasa, 09 Jun 2026 20:57 WIB

Menguak Jejak Sugeng Terduga Pelaku Mutilasi di Malang

Warga menunjukkan  jejak tulisan tangan Sugeng di Jodipan Wetan, Kota Malang
Warga menunjukkan jejak tulisan tangan Sugeng di Jodipan Wetan, Kota Malang

jatimnow.com - Sugeng, terduga pelaku mutilasi perempuan di Pasar Besar Kota Malang, dikenal sebagai pribadi pendiam. Meski begitu, ia sering membuat ulah di lingkungan sekitar tempat tinggalnya dahulu, yaitu Jodipan Wetan Gang 3 RT 2 RW 6.

Ketua RW 6 Jodipan Wetan, Mochammad Lutfi menyebut Sugeng sejak kecil tinggi di Jodipan Wetan. Namun beberapa warga mengaku tidak mengenal dekat lantaran Sugeng memiliki pribadi yang pendiam.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Pendiam sehari-hari, jarang berinteraksi dengan warga, keluarganya juga tertutup. Tapi sering membuat ulah, sehingga oleh warga diusir. Sudah 8 tahun lalu pindah," ujar Lutfi ditemui di rumahnya, Kamis (16/5/2019).

Lutfi ingat betul ada beberapa catatan buruk ulah Sugeng. Diawali dengan menggunting lidah pacarnya saat berada di kediaman kecilnya, dilanjutkan dengan memukul ayah kandungnya dengan palu.

Kemudian, pria bernama lengkap Sugeng Santoso itu juga pernah membakar kasur tetangga sekitar 10 tahun yang lalu. Beruntung, rumah tetangganya itu tidak habis terbakar.

"Membakar kasur tetangga sebelah rumah. Untung bisa dipadamkan dan tidak ada yang tidur," bebernya.

Tulisan tangan Sugeng di Jodipan WetanTulisan tangan Sugeng di Jodipan Wetan

Tak hanya itu, Sugeng disebut Lutfi sering mencoret-coret tembok dengan pensil atau bolpoin.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Sering coret-coret dengan tulisan yang hampir sama dengan yang ditemukan di lokasi mutilasi kemarin itu," tukasnya.

Salah satu tulisan tangan Sugeng berada di sebuah tembok rumah, yaitu:

'Ribuan taun hidupku jadi tak berarti. Dendamku Sugeng Santoso.  Tak sanak famili selalu sendirian ribuan taun. Ruwet setiap hati dari perbuatanmu. Slalu ruwet Dendam sang arwah Sugengangga. Melalui para utusan Allah SWT besok kalau aku mati pembalasannya lebih kejam'.

'PUSKESMAS KENDALKEREP,  KEREP ADA DI JODIPAN GANG 3 D, DISPONSORI OLEH BOSNYA SUYITNO+SUJITO'.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

Sementara itu, Aji Mustakim, tetangga Sugeng juga menyebut bahwa keseharian, Sugeng memang pendiam, namun mudah marah dan terkesan sombong.

"Memang orangnya pendiam tapi cukup arogan, terlihat sombong, kesehariannya tertutup sama seperti keluarganya. Tapi orangnya kreatif, pintar bikin tulisan, ukiran dan pigura," terangnya.

Selain itu, Aji juga mengatakan bahwa Sugeng seringkali membuang makanan ke rumah tetangganya yang berada tepat di samping rumahmnya.

"Sering buang kotoran sisa makanan, kalau tidak enak dibuang ke tetangga. Puncaknya, membakar kasur tetangga itu. Jadi sama dia (Sugeng) dihalangi yang mau memadamkan api. Dia bawa kursi mengancam akan memukul yang memadamkan api itu. Saya bersama Cak Kaslan yang merebut kursi dan memadamkan api itu," tururnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.