Minggu, 26 Jul 2026 21:29 WIB

Penolakan People Power Juga Datang dari Kota Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 13 Mei 2019 22:02 WIB
Plt. Wali Kota Blitar, Santoso
Plt. Wali Kota Blitar, Santoso

jatimnow.com - Plt. Wali Kota Blitar Santoso tidak setuju dengan inisiasi gerakan people power yang isinya menolak hasil rekapitulasi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sangat tidak sepaham dengan people power. Karena itu bukan langkah yang menentramkan masyarakat tapi justru mengacaukan situasi dan kondisi bangsa. Saya tidak mendukung yang namanya people power," ujar Santoso, Senin (13/5/2019).

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Menurutnya, masyarakat sangat menghendaki kondisi yang aman dan nyaman tanpa terprovokasi adanya berita hoaks. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar itu menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan bila merasa keberatan atau tidak setuju dengan hasil pemilu.

Masyarakat bisa menggugat atau melapor melalui Mahkamah Konstitusi (MK) jika merasa tidak puas dengan hasil pemilu. Selain itu, perjuangan para petugas pemilu dalam bekerja menyelenggarakan pemilu, patut diapresiasi.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

"Kita tahu sendiri betapa kasihannya petugas KPPS yang meninggal di seluruh Indonesia. Mereka sudah mencurahkan tenaganya, fikiran dan tanggungjawabnya. Tinggal menunggu 22 Mei untuk diumumkan. Nah itulah yang akan kita tunggu. Jangan sampai kita terprovokasi dengan yang namanya berita hoaks dan ajakan yang ndak berlandaskan pada hukum," tuturnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menghormati proses pemilu yang tengah berlangsung serta menjaga situasi tetap kondusif.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Mari kita hormati proses pemilu. Kalau memang ada yang tidak sependapat, ada salurannya. Sampaikan kepada Mahkamah Konstitusi. Sehingga nanti di sana akan diproses dengan aturan yang berlaku sehingga tidak akan merugikan masyarakat Indonesia," tutup Santoso.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.