Rabu, 22 Jul 2026 07:34 WIB

Ini Himbauan Risma Saat Perubahan Iklim Tak Menentu

  • Penulis :
  • | Rabu, 17 Jan 2018 16:10 WIB
Wali Kota Risma di ruang kerjanya
Wali Kota Risma di ruang kerjanya

SURABAYA:: jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghimbau kepada seluruh masyarakat surabaya agar  waspada dan siap dalam menghadapi anomali cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Wanita besi dari Surabaya berpesan, supaya warga surabaya tidak meremehkan segala bentuk perubahan cuaca yang akan terjadi.

Wali kota memberi contoh ketika dirinya mendapat laporan kecelakaan yang diakibatkan salah seorang pengendara motor secara tiba-tiba berhenti ketika hujan tiba dan ingin menggunakan jas hujan. Namun, bukannya selamat, si pengendara justru ditabrak dari belakang oleh pengendara lainnya hingga meninggal dunia. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa SMA/SMK/MA Sederajat

“Kalau sudah tau mendung dan mau hujan langsung pakai jas hujan, jangan ditunda-tunda karena dampaknya akan membahayakan orang lain,” ucap wali kota di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2018).

Perubahan anomali ini, lanjut wali kota, nyatanya turut mengubah perilaku seseorang dalam berkendara. Artinya, warga khususnya pengendara nampak ‘sensitif’ ketika mengalami climate change. “Tidak bisa kita mengatakan, apa kata nanti, sungguh itu tidak boleh, makanya kita harus mempersiapkan dengan baik,” imbuhnya.

Hal lainnya, wali kota juga menghimbau kepada pengendara untuk tidak melintas di atas pedestrian saat hujan tiba. Menurutnya, itu sangat membahayakan orang lain. “Jadi bersama-sama kita siapkan semuanya, tidak boleh meremehkan hal-hal sepele semacam itu,” pesan wali kota.

Wali kota menambahkan, anomali cuaca yang tidak menentu ini, tidak hanya dirasakan warga Indonesia tetapi sebagian besar orang di negara-negara dunia juga merasakan hal aneh dan bingung melihat perubahan iklim saat ini.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Dia mencontohkan ungkapan yang disampaikan Duta besar Kroasia beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Jakarta. Dia menyampaikan anomali cuaca di Jakarta sangat berbeda dari biasanya. “Musim penghujan seperti ini kan biasanya Jakarta sering diguyur hujan, tapi kok sekarang jarang, ini kan lucu,” tiru wali kota kelahiran Kediri ini.

Dampak lain dari perubahan iklim, kata wali kota adalah gangguan terhadap bahan pangan yang diakibatkan oleh global warning. Wali kota perempuan pertama di surabaya ini mengingatkan bahwa bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami kesulitan dalam masa panen.

“Kalau warga punya uang banyak, jangan dihambur-hamburkan hanya untuk makan, nanti kalau sudah langka dan akhirnya harga melambung tinggi kita sendiri yang akan sulit,” tandasnya.   

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

 

(Redaksi)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.