Minggu, 07 Jun 2026 00:37 WIB

Aksi Kapolrestabes di Ludruk 'Jogo Suroboyo'

  • Penulis : LKBN Antara
  • | Minggu, 20 Jan 2019 20:49 WIB
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat berakting
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat berakting

jatimnow.com - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan ikut bermain kesenian tradisional ludruk di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (20/1/2019). Rudi memerankan tokoh polisi Moehammad Jasin.

Penampilan Rudi dalam pertunjukan ludruk yang bertema 'Jogo Suroboyo' ini memukau penonton.    
     
"Saya tidak nyangka, Pak Kapolrestabes bagus memainkan perannya. Meski tidak menggunakan bahasa khas arek Suroboyo, tapi substansinya mengena," kata salah seorang penonton, Indra saat melihat acara tersebut.
     
Selain itu, lanjut dia, kapolrestabes bisa cepat melakukan improvisasi sehingga penampilannya terlihat tidak terlalu tegang dan tidak mononton pada saat pertunjukan ludruk berlangsung.


     
Sementara itu, Sutradara Ludruk tema 'Jogo Surobyo', Meimura mengatakan, meski kapolrestabes berasal dari Lampung, tapi bisa dengan baik memainkan perannya dalam ludruk.
     
"Beliau juga berkenan ikut berlatih bersama dengan anak-anak. Ini sesuatu yang luar biasa," katanya.
     
Menurut dia, ludruk ini berbeda dengan akting lainnya karena pemeran lelaki dituntut sampai bisa memerankan seorang perempuan. Selain itu, lanjut dia, ludruk juga bagian dari pergerakan bangsa ini merebut kemerdekaan RI.
     
"Malam hari memberikan informasi kepada masyarakat dengan ludruk dan pagi hari mengangkat senjata. Itu yang terjadi saat itu," katanya.
     
Ia mengatakan, banyak literasi yang bisa didapatkan terkait sejarah ludruk. Ludruk merupakan teater besar yang dimiliki Jatim, khususnya Surabaya.

Ludruk merupakan teater lengkap yang meliputi seni sastra, seni musik, seni suara, seni rupa dan seni peran.
     
"Kami mencoba menjadi pertunjukan ludruk saat ini mendekatkan pada era kekinian," katanya.
     
Rudi mengatakan bahwa penampilannya dalam ludruk kali ini adalah pengalaman pertama yang cukup menegangkan, seru sekaligus menyenangkan.
     
"Ini pertama saya ikut main ludruk. Tapi seru dan menegangkan," kata Kombes Pol Rudi Setiawan.
     
Menurut dia, tidak banyak persiapan atau latihan pada saat memerankan sosok Moehammad Jasin yakni seorang inspektur atau pemimpin Polisi Istimewa, salah satu kekuatan tempur militer hasil bentukan Jepang pada saat perang 10 November 1945.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng


     
Ia mengaku dalam pertunjukan ludruk tersebut hanya ikut latihan sekali.
"Saya datang kemudian dikasih naskah dan langsung latihan," ujarnya.
     
Saat ditanya kesulitan, Rudi mengaku selama ini hanya belum pernah main ludruk sehingga pada saat tampil agak menegangkan.

"Ada sesuatu yang belum kita lakukan. Tapi ternyata bisa improvisasi dan menjiwai sehingga bisa mengedukasi ke masyarakat," katanya.
   
Rudi mengatakan ludruk merupakan seni drama yang berasal dari Kota Surabaya yang sudah lama mungkin ditinggalkan atau dilupakan oleh kebanyakan warga. Untuk itu, ia mengajak warga Surabaya untuk menghidupkan kembali  kesenian itu.
     
"Mari mulai saat ini mencoba melesatrikan budaya yang ada di Surabaya. Kita terus menjaga Kota Surabaya," katanya.
     



Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.