Kamis, 23 Jul 2026 15:06 WIB

Tujuh Desa di Banyuwangi Disebut Rawan Tsunami

Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono/jatimnow.com
Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono/jatimnow.com

jatimnow.com - Tujuh desa di Banyuwangi disebut memiliki tingkat kerawanan bencana tsunami dengan kategori tinggi. Kerawanan itu berdasarkan pemetaan melalui satelit dan jarak suatu desa dari bibir pantai.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram. Ia menyebut, Bumi Blambangan terdapat 7 desa yang tingkat kerawanan bencana tsunami kategori tinggi.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Tujuh daerah itu meliputi Desa Sarongan, Sumberagung, Kandangan dan Pesanggaran yang berada di Kecamatan Pesanggaran. Kemudian Sumberasri dan Grajagan di Kecamatan Purwoharjo, serta Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar.

"Dari data tentang daerah rawan tsunami yang dikeluarkan oleh BNPB itu berdasarkan pemetaan melalui satelit. Kalau hasil pendataan kami berdasarkan jarak suatu desa dari bibir pantai tentang rawan tsunami," tegasnya.

Sementara itu, Suban Wahyudiono Kepala BPBD Jawa Timur menyebut terdapat 29 dari 38 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori rawan bencana. Dari 29 kabupaten/kota itu, terdapat 417 desa yang masuk kategori tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Meski demikian, disejumlah desa itu pula pihaknya juga telah membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana) yang dipromotori oleh BPBD kabupaten/kota.

Mitigasi lainnya, selain membekali kelompok-kelompok masyarakat yang melibatkan pemerintah setempat hingga tingkat desa. Melibatkan pula Tagana dan Basarnas.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

Ia mengategorikan, terdapat dua jenis potensi bencana yaitu bencana alam dan non-alam. Secara teritorial, Jawa Timur berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik indo-australia.

Selain sebagai daerah tropis, Jatim juga memiliki 7 titik Gunung Api dan memiliki panjang garis pantai sejauh 4.498 kilometer.

Ancaman bencana alam itu antara lain puting beliung, gempa, longsor, banjir, gunung meletus, tsunami, kekeringan dan sebagainya. Sedangkan bencana non-alam seperti kegagalan teknologi dari sebuah industri di sebuah daerah.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

Dari sekian ancaman bencana tersebut, sejauh ini pihaknya memiliki tuga shelter. Dua shelter banjir di Bojonegoro dan Lamongan, satu shelter tsunami di Malang Kabupaten.

"Bahwa keselamatan itu sangat penting. Ke depan akan kita anggarkan baik shelter-shelter, Early Warning System (EWS) dan fiskal-fiskal banjir lainnya," pungkas Suban.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.