Minggu, 07 Jun 2026 13:47 WIB

Tujuh Desa di Banyuwangi Disebut Rawan Tsunami

Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono/jatimnow.com
Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono/jatimnow.com

jatimnow.com - Tujuh desa di Banyuwangi disebut memiliki tingkat kerawanan bencana tsunami dengan kategori tinggi. Kerawanan itu berdasarkan pemetaan melalui satelit dan jarak suatu desa dari bibir pantai.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram. Ia menyebut, Bumi Blambangan terdapat 7 desa yang tingkat kerawanan bencana tsunami kategori tinggi.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Tujuh daerah itu meliputi Desa Sarongan, Sumberagung, Kandangan dan Pesanggaran yang berada di Kecamatan Pesanggaran. Kemudian Sumberasri dan Grajagan di Kecamatan Purwoharjo, serta Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar.

"Dari data tentang daerah rawan tsunami yang dikeluarkan oleh BNPB itu berdasarkan pemetaan melalui satelit. Kalau hasil pendataan kami berdasarkan jarak suatu desa dari bibir pantai tentang rawan tsunami," tegasnya.

Sementara itu, Suban Wahyudiono Kepala BPBD Jawa Timur menyebut terdapat 29 dari 38 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori rawan bencana. Dari 29 kabupaten/kota itu, terdapat 417 desa yang masuk kategori tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Meski demikian, disejumlah desa itu pula pihaknya juga telah membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana) yang dipromotori oleh BPBD kabupaten/kota.

Mitigasi lainnya, selain membekali kelompok-kelompok masyarakat yang melibatkan pemerintah setempat hingga tingkat desa. Melibatkan pula Tagana dan Basarnas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Ia mengategorikan, terdapat dua jenis potensi bencana yaitu bencana alam dan non-alam. Secara teritorial, Jawa Timur berdekatan dengan jalur pertemuan lempeng tektonik indo-australia.

Selain sebagai daerah tropis, Jatim juga memiliki 7 titik Gunung Api dan memiliki panjang garis pantai sejauh 4.498 kilometer.

Ancaman bencana alam itu antara lain puting beliung, gempa, longsor, banjir, gunung meletus, tsunami, kekeringan dan sebagainya. Sedangkan bencana non-alam seperti kegagalan teknologi dari sebuah industri di sebuah daerah.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Dari sekian ancaman bencana tersebut, sejauh ini pihaknya memiliki tuga shelter. Dua shelter banjir di Bojonegoro dan Lamongan, satu shelter tsunami di Malang Kabupaten.

"Bahwa keselamatan itu sangat penting. Ke depan akan kita anggarkan baik shelter-shelter, Early Warning System (EWS) dan fiskal-fiskal banjir lainnya," pungkas Suban.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.