Senin, 27 Jul 2026 19:14 WIB

Berburu Entung Pohon Jati di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 06 Jan 2019 13:18 WIB
Warga Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo berburu entung (kepompong) ke dalam hutan jati
Warga Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo berburu entung (kepompong) ke dalam hutan jati

jatimnow.com - Musim penghujan tiba dimanfaatkan oleh warga Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo dengan berburu kepompong atau biasa disebut entung ke dalam hutan jati.

Walaupun terlihat mudah, sebenarnya sulit untuk mendapatkannya. Warga yang datang ke hutan jati di Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo harus berhati-hati saat berburu kepompong.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Pasalnya, kepompong tersebut terbungkus oleh daun jati. Jika tidak hati-hati, bisa saja warga yang berburu kepompong malah terkena binatang lain. Sebut saja kalajengking, ulat bulu maupun ular berbisa.

"Mudah-mudah susah kalau berburu entung (kepompong itu)," kata Slamet kepada jatimnow.com saat ditemui di lokasi, Minggu (6/1/2019).

Ia mengaku, sebelum mengambil entung harus melihat dulu daun jati yang sudah bolong. Itu berarti, kemungkinan besar di bawah daun jati terlihat adanya kepompong.

"Baru saya pilahi satu per satu. Saya ambil dan saya pisahkan," tambahnya.

Menurutnya, jika sudah terkumpul hasil buruannya tersebut bisa dikonsumsi sendiri.

"Ya dimasak sama keluarga di rumah. Buat lauk sendiri, kan enak," klaimnya.

Namun jika ada yang memesan entung atau kepompong jati tersebut, Ia kemudian memanfaatkannya untuk menjualnya. Apalagi jika tetangganya mau membeli hasil berburu kepompongnya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Ya saya jual lah. Satu gelasnya saya hargai Rp 10 ribu," urainya.

Sementara, pencari kepompong lainnya, Tuniah mengatakan sengaja berburu untuk dijual. Apalagi peminatnya sangat tinggi.

Tuniah menjelaskan, sehari bisa mendapatkan 15-16 gelas. "Itu yang dikonsumsi sendiri 1-2 gelas. Lainnya saya jual," tegasnya.

Menurutnya, ia menjual kepompong biasanya per gelasnya dihargai Rp 10 ribu. "Tetap laku. Malah banyak yang ngantri. Banyak yang tidak sempat," katanya.

 

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.