Minggu, 07 Jun 2026 23:33 WIB

Berburu Entung Pohon Jati di Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 06 Jan 2019 13:18 WIB
Warga Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo berburu entung (kepompong) ke dalam hutan jati
Warga Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo berburu entung (kepompong) ke dalam hutan jati

jatimnow.com - Musim penghujan tiba dimanfaatkan oleh warga Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo dengan berburu kepompong atau biasa disebut entung ke dalam hutan jati.

Walaupun terlihat mudah, sebenarnya sulit untuk mendapatkannya. Warga yang datang ke hutan jati di Desa/Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo harus berhati-hati saat berburu kepompong.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pasalnya, kepompong tersebut terbungkus oleh daun jati. Jika tidak hati-hati, bisa saja warga yang berburu kepompong malah terkena binatang lain. Sebut saja kalajengking, ulat bulu maupun ular berbisa.

"Mudah-mudah susah kalau berburu entung (kepompong itu)," kata Slamet kepada jatimnow.com saat ditemui di lokasi, Minggu (6/1/2019).

Ia mengaku, sebelum mengambil entung harus melihat dulu daun jati yang sudah bolong. Itu berarti, kemungkinan besar di bawah daun jati terlihat adanya kepompong.

"Baru saya pilahi satu per satu. Saya ambil dan saya pisahkan," tambahnya.

Menurutnya, jika sudah terkumpul hasil buruannya tersebut bisa dikonsumsi sendiri.

"Ya dimasak sama keluarga di rumah. Buat lauk sendiri, kan enak," klaimnya.

Namun jika ada yang memesan entung atau kepompong jati tersebut, Ia kemudian memanfaatkannya untuk menjualnya. Apalagi jika tetangganya mau membeli hasil berburu kepompongnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Ya saya jual lah. Satu gelasnya saya hargai Rp 10 ribu," urainya.

Sementara, pencari kepompong lainnya, Tuniah mengatakan sengaja berburu untuk dijual. Apalagi peminatnya sangat tinggi.

Tuniah menjelaskan, sehari bisa mendapatkan 15-16 gelas. "Itu yang dikonsumsi sendiri 1-2 gelas. Lainnya saya jual," tegasnya.

Menurutnya, ia menjual kepompong biasanya per gelasnya dihargai Rp 10 ribu. "Tetap laku. Malah banyak yang ngantri. Banyak yang tidak sempat," katanya.

 

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.