Senin, 08 Jun 2026 01:50 WIB

Rawan Tsunami, DPRD Desak Pemkab Pengadaan Alat Pendeteksi Dini

ilustrasi tsunami dari BNPB
ilustrasi tsunami dari BNPB

jatimnow.com - Ketua DPRD Banyuwangi mendesak pemerintah daerah untuk melakukan pengadaan alat pendeteksi dini tsunami atau Early Warning System (EWS).

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengatakan sebagai langkah antisipasi dini bencana, alat EWS tersebut sangat dibutuhkan.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Sebagai upaya antisipasi bencana, keberadaan alat tersebut sangat penting. Sebab, menyangkut keselamatan seluruh warga di daerah pesisir yang rawan bencana tsunami," katanya, Jumat (4/1/2019).

Jika kalau memang ada alat (EWS) yang rusak, diharapkan harus segera diinventarisir dan melakukan pengadaan. Karena menurutnya keberadaan alat tersebut menyangkut nasib nyawa warga Banyuwangi apabila terjadi bencana tsunami.

"Kami harap kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan upaya-upaya yang dapat meminimalisir timbulnya korban dampak tsunami," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi, pelatihan hingga pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) di kawasan rawan tsunami.

"Destana ini sudah lama kami bentuk dan telah ada di daerah yang kami anggap tingkat kerawanannya tinggi," kata Fajar.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Ada 45 desa di Banyuwangi yang rawan tsunami yang tersebar di 11 kecamatan. Yakni di Desa Sambimulyo dan Tempurejo, Kecamatan Bangorejo, Kelurahan Pakis, Sobo, Tukangkayu, Kertosari, Karangrejo, Kepatihan, Kampung Melayu, Kampung Mandar, dan Lateng Kecamatan Banyuwangi.

Lalu di Desa Badean, Sukojati, Pondoknongko, Kalirejo Kecamatan Kabat, Kelurahan Klatak, Desa Ketapang dan Bulusan Kecamatan Kalipuro, Desa Wringinputih, Kedungringin, Kedungrejo, Tembokrejo, Sumbersewu, Kumendung Kecamatan Muncar.

Setelah itu di Desa Sarongan, Kandangan, Sumberagung, Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, Desa Grajagan dan Sumberasri Kecamatan Purwoharjo, Desa Bomo, Patoman, Blimbingsari Kecamatan Blimbingsari, Desa Buluagung Kecamatan Siliragung, Desa Kendalrejo, Kedungsari, Purwoagung, Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Baca Juga: Gudang Pengering Tembakau di Jember Terbang dan Timpa Rumah Warga

Di wilayah Banyuwangi Utara, di Desa Bangsring, Bengkak, Alasbuluh, Wongsorejo, Alasrejo, Sumberkencono, Sidodadi, dan Bimorejo Kecamatan Wongsorejo.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.