Kamis, 23 Jul 2026 15:05 WIB

Rawan Tsunami, DPRD Desak Pemkab Pengadaan Alat Pendeteksi Dini

ilustrasi tsunami dari BNPB
ilustrasi tsunami dari BNPB

jatimnow.com - Ketua DPRD Banyuwangi mendesak pemerintah daerah untuk melakukan pengadaan alat pendeteksi dini tsunami atau Early Warning System (EWS).

Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengatakan sebagai langkah antisipasi dini bencana, alat EWS tersebut sangat dibutuhkan.

Baca Juga: PTPN I Jelaskan Kronologi Penanganan Kebakaran di Kebun Kampe Banyuwangi

"Sebagai upaya antisipasi bencana, keberadaan alat tersebut sangat penting. Sebab, menyangkut keselamatan seluruh warga di daerah pesisir yang rawan bencana tsunami," katanya, Jumat (4/1/2019).

Jika kalau memang ada alat (EWS) yang rusak, diharapkan harus segera diinventarisir dan melakukan pengadaan. Karena menurutnya keberadaan alat tersebut menyangkut nasib nyawa warga Banyuwangi apabila terjadi bencana tsunami.

"Kami harap kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan upaya-upaya yang dapat meminimalisir timbulnya korban dampak tsunami," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi, pelatihan hingga pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) di kawasan rawan tsunami.

"Destana ini sudah lama kami bentuk dan telah ada di daerah yang kami anggap tingkat kerawanannya tinggi," kata Fajar.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Ada 45 desa di Banyuwangi yang rawan tsunami yang tersebar di 11 kecamatan. Yakni di Desa Sambimulyo dan Tempurejo, Kecamatan Bangorejo, Kelurahan Pakis, Sobo, Tukangkayu, Kertosari, Karangrejo, Kepatihan, Kampung Melayu, Kampung Mandar, dan Lateng Kecamatan Banyuwangi.

Lalu di Desa Badean, Sukojati, Pondoknongko, Kalirejo Kecamatan Kabat, Kelurahan Klatak, Desa Ketapang dan Bulusan Kecamatan Kalipuro, Desa Wringinputih, Kedungringin, Kedungrejo, Tembokrejo, Sumbersewu, Kumendung Kecamatan Muncar.

Setelah itu di Desa Sarongan, Kandangan, Sumberagung, Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran, Desa Grajagan dan Sumberasri Kecamatan Purwoharjo, Desa Bomo, Patoman, Blimbingsari Kecamatan Blimbingsari, Desa Buluagung Kecamatan Siliragung, Desa Kendalrejo, Kedungsari, Purwoagung, Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Di wilayah Banyuwangi Utara, di Desa Bangsring, Bengkak, Alasbuluh, Wongsorejo, Alasrejo, Sumberkencono, Sidodadi, dan Bimorejo Kecamatan Wongsorejo.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.