Minggu, 14 Jun 2026 01:28 WIB

Penyebab Amblesnya Raya Gubeng? Gubernur Soekarwo: Tidak Boleh Asumsi

Foto: Fulki Fuhan
Foto: Fulki Fuhan

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta semua pihak untuk menahan diri tidak mengeluarkan pernyataan penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya yang terjadi pada pukul 21.30 Wib, Selasa (18/12/2018).

"Amblesnya jalan ini adalah permasalahan teknis. Dan harus satu pintu, tidak boleh asumsi, apalagi menyatakan persepsi masing-masing," kata Soekarwo saat meninjau lokasi, Rabu (19/12/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurut Soekarwo, pihak atau tim yang berkompeten untuk menyatakan harus berasal dari tim yang terdiri dari geologi, polisi dan badan-badan lainnya.

"Ini masih menunggu tim ahli yang didatangkan untuk menganalisa karena kita harus teliti dan profesional. Harus ada standart dan menunggu rekomendasi untuk operasionalnya," urainya.

Seperti diketahui, area Jalan Raya Gubeng ambles membentuk jurang yang berada di sekitar lokasi proyek perluasan RS Siloam. Kedalaman dari amblesnya jalan tersebut cukup lebar.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyebut jalan ambles jalan tersebut disebabkan proyek pelebaran parkir RS Siloam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Gedung (proyek pembangunan) yang ada di sebelah kiri saya ini. Jadi itu karena pondasinya mungkin," ujar Whisnu kepada wartawan saat berada di lokasi jalan ambles, Rabu (19/12/2018) dini hari.

Whisnu menyebut bahwa Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pekerjaan Umum telah mengingatkan kepada pelaksana proyek tersebut terkait konstruksi pembangunan yang mengancam ketahanan Jalan Raya Gubeng.

"Dari awal dia (pemilik) sudah diingatkan oleh PU (Dinas PU) juga, Karena kondisi bariernya untuk di jalan itu tidak kuat. Dan dia ketarik, ambrol. Makanya itu ada putusan pondasi," tambah Whisnu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Whisnu menjelaskan bahwa pondasi proyek tersebut mempengaruhi kondisi jalan. Patahan pondasi akhirnya menarik badan jalan ke dalam dan menyebabkan jalan ambles.

"Karena kondisi bariernya untuk jalan itu tidak kuat menahan, akhirnya ketarik ambrol. Putusan pondasi bangunan itu akhirnya menarik jalan ke dalam," pungkasnya.

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.