Rabu, 22 Jul 2026 07:18 WIB

Muhammadiyah Puji Inovasi dan Perkembangan Banyuwangi

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kanan) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat peresmian Masjid At-Taqwa di Kecamatan Rogojampi
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (kanan) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat peresmian Masjid At-Taqwa di Kecamatan Rogojampi

jatimnow.com - Banyuwangi mendapat apresiasi dan pujian dari Muhammadiyah atas inovasi serta perkembangannya yang sangat pesat. Banyuwangi dinilai bisa merubah stigma dari daerah klenik menjadi wilayah yang modern dengan sederetan destinasi wisata.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Abdul Mu'ti saat menghadiri puncak peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di kompleks Masjid At-Taqwa, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Minggu (16/12/2018) malam.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Mu'ti mengapresiasi langkah pemerintah daerah Banyuwangi dalam mengembangkan kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. "Dulu, Banyuwangi ini dikenal dengan daerah klenik, daerah santet. Tapi sekarang sudah berubah menjadi destinasi wisata dan beragam program inovatif lainnya," ungkap Mu'ti.

Dia berharap, Banyuwangi bisa terus tumbuh bersama masyarakatnya yang semakin sejahtera. "Semoga tambah maju. Wisatanya berkembang, sektor lain juga berkembang. Sehingga warga bisa semakin sejahtera," harapnya.

Selain itu, ia juga mengajak warga Muhammadiyah turut berkontribusi memajukan daerah. "Tema milad kali ini adalah ta'awun untuk negeri. Kita warga persyarikatan Muhammadiyah turut berkontribusi kepada negara, bersama-sama membangun republik ini," terangnya.

Karena, lanjut Mu'ti, Ta'awun merupakan bagian dari komitmen kebangsaan Muhammadiyah. Sebab amal usaha Muhammadiyah tidak hanya untuk Muhammadiyah, tapi untuk semua anak bangsa.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan Banyuwangi, baik dalam sosial-kemasyarakatan, pendidikan maupun kesehatan.

"Tangan pemerintah sangat terbatas. Kontribusi dari masyarakat, terutama oleh Muhammadiyah, memberikan kontribusi yang sangat penting. Banyak sekolah, rumah sakit dan lainnya didirikan Muhammadiyah di Banyuwangi," ujar Anas.

Menurut Anas, ada seratus lebih lembaga pendidikan milik Muhammadiyah di Banyuwangi dengan belasan ribu pelajar yang menuntut ilmu di dalamnya. Juga ada rumah sakit yang terus melayani warga Banyuwangi.

Baca Juga: PTPN I Jelaskan Kronologi Penanganan Kebakaran di Kebun Kampe Banyuwangi

Sinergi yang dibangun antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah selama ini, menurut Anas, perlu terus dijaga dan ditingkatkan.

Peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di Banyuwangi itu sendiri ditandai dengan peresmian Masjid At-Taqwa di Kecamatan Rogojampi. Selain itu, juga ada peresmian dan peletakan batu pertama 25 amal usaha Muhammadiyah di beberapa tempat di Banyuwangi.

Selain ribuan warga Muhammadiyah, peringatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh ormas Islam, antara lain dari Nahdlatul Ulama, LDII, dan Al-Irsyad.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.