jatimnow.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), memastikan bahwa konstruksi fisik utama Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I (ruas Gending-Besuki) telah tuntas 100 persen.
Saat ini, proyek strategis nasional tersebut tengah memasuki fase akhir. Fokus pengerjaan beralih pada penyelesaian administrasi serta proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum nantinya diresmikan dan beroperasi penuh.
Baca juga: Jasa Marga Percepat Pelebaran Ruas Tol Surabaya-Gempol
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menjelaskan, progres penyelesaian jalan tol ini mencatatkan hasil yang sangat positif. Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km) telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
"Sementara itu, untuk Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km), seluruh pekerjaan jalan utama (mainroad) juga telah diselesaikan sejak April 2026 lalu dan kini tengah menjalani proses ULFO untuk memastikan standar keselamatan fasilitas jalan," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Kehadiran Tol Prosiwangi diestimasikan bakal memberikan efisiensi waktu perjalanan darat yang sangat drastis bagi masyarakat.
Baca juga: Libur Iduladha, Volume Kendaraan Tol Pandaan-Malang Melonjak 23,4 Persen
Di antaranya Probolinggo – Besuki yang semula membutuhkan waktu sekitar 2 jam melalui jalur arteri (nasional), kini terpangkas menjadi hanya 1 jam 15 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.
Adapun Probolinggo – Banyuwangi yang semula memakan waktu perjalanan hingga 5 jam, diproyeksikan akan terpangkas drastis menjadi hanya sekitar 3 jam saja.
Rivan menegaskan bahwa kehadiran tol ini tidak sekadar soal pembangunan fisik aspal dan beton, melainkan lokomotif penggerak ekonomi daerah melalui efek domino (multiplier effect) yang diciptakannya.
Baca juga: Catat, Ada Pengalihan Akses Gerbang Tol Waru 6 Surabaya hingga 26 Mei
“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Tol ini membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, perikanan, hingga industri kreatif UMKM yang selama ini kerap terkendala waktu tempuh logistik via jalan nasional,” papar Rivan.
Lebih lanjut, infrastruktur ini akan memperlancar distribusi arus logistik ke kawasan industri Paiton serta Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang utama penyeberangan ke Pulau Bali. Sektor pariwisata pun akan memanen untung besar karena akses menuju destinasi unggulan seperti Taman Nasional Baluran, Kawah Ijen, dan Pantai Pasir Putih Situbondo akan semakin mulus.
Editor : Dadang Kurnia