jatimnow.com - Dinas Pendidikan Tulungagung mengungkap data anak tidak sekolah tembus 7.000 jiwa. Hal itu didasarkan pada Pusat Data dan Teknologi Pendidikan (Pusdatin) Kementerian Pendidikan.
Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah mengatakan berdasarkan data jumlah anak tidak sekolah di Tulungagung mencapai 7.100 jiwa. Dengan rincian 5.544 anak kategori drop out (DO) dan 1.556 anak belum pernah bersekolah (BPB).
Baca juga: Usai Kerjakan Skripsi, Mahasiwi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos
"Data anak tidak sekolah sifatnya general. Jadi tidak hanya anak usia sekolah, tapi juga ada orang usia 25 tahun ke atas yang tidak pernah sekolah," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Pihak dinas sendiri telah menjalankan program untuk menyelesaikan masalah anak tidak sekolah dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung.
"Kami datangi langsung anak tidak sekolah satu per satu. Jika mereka masih ingin bersekolah akan kami fasilitasi ke lembaga pendidikan," terangnya.
Baca juga: Pantai di Tulungagung Tak Bisa Tarik Tiket Masuk, PAD Turun 50 Persen
Terdapat dua skema yang dijalankan untuk mengatasi masalah anak tidak sekolah. Pertama memfasilitasi ke pendidikan formal dan kedua memasukan ke pendidinan nonformal.
"Sudah 100 anak lebih yang sudah kami fasilitas bersekolah lagi. Mereka adalah anak usia sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA," jelasnya.
Baca juga: Power Metal dan Marjinal Bakal Guncang Tulungagung Distorsi 2026
Meskipun begitu, Dinas Pendidikan Tulungagung juga mengalami kendala untuk mengajak anak bersekolah kembali. Biasanya anak menolak sekolah ketika dia sudah mendapat pekerjaan.
"Kami menemukan anak yang tidak mau bersekolah kembali, karena sudah nyaman bekerja. Atau ada juga anak yang merasa sudah cukup mendapat pendidikan dimiliki," pungkasnya.
Editor : Bramanta