BPBD Kota Kediri Latih Murid dan Guru SLB Putra Asih Mitigasi Bencana

Reporter : Yanuar D
BPBD Kota Kediri latih siswa dan guru SLG mitigasi bencana. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar sosialisasi dan simulasi bencana di Yayasan Pendidikan Luar Biasa Putra Asih Kota Kediri, Senin (15/6/2026). Kegiatan yang melibatkan sebanyak 140 siswa berkebutuhan khusus dan guru ini untuk meminimalkan risiko, korban jiwa serta kerusakan saat terjadi keadaan darurat.

Dalam sosialisasi ini, para siswa dari jenjang SDLB hingga SMALB dan guru diajarkan dasar-dasar penyelamatan diri seperti mencari titik aman berlindung saat gempa bumi serta jalan evakuasi mandiri ketika menghadapi situasi darurat.

Baca juga: Unitomo dan PMI Surabaya Latih 1.400 Anggota PMR Hadapi Bencana dan Krisis Iklim

“Esensi utama dari penanggulangan bencana justru terletak pada tahap prabencana, yaitu melalui sosialisasi, edukasi dan simulasi. Ini sebagai upaya pencegahan supaya tidak menimbulkan banyak korban jiwa, karena ketidaktahuan dan kepanikan sering kali menjadi pemicu utama timbulnya korban jiwa ketika bencana terjadi,” terang Joko Ariyanto, Kepala BPBD Kota Kediri saat membuka kegiatan.

Selain materi mitigasi, para guru pendamping juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), seperti teknik pembalutan luka, penanganan awal patah tulang, serta pemanfaatan alat-alat sederhana yang ada di sekitar sebagai sarana evakuasi darurat.

Melalui kegiatan ini, Joko berharap dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada peserta hari ini, tetapi dapat terus diwariskan kepada siswa-siswa berikutnya sehingga tercipta sekolah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Baca juga: Fenomena Bediding Melanda Kediri Raya, Tingkatkan Risiko ISPA

Sementara itu, Rahmah Hidayah Solikhatin Kepala SLB-B Putra Asih Kota Kediri menjelaskan bahwa kolaborasi dengan BPBD dilakukan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih visual dan aplikatif bagi para siswa.

“Anak-anak kami membutuhkan pembelajaran yang lebih banyak melalui visualisasi dan praktik langsung. Karena itu, kami menghadirkan BPBD agar siswa memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi bencana," ujarnya.

Baca juga: Pantau Pladu Sungai Brantas, Pemkot Kediri Imbau Warga Utamakan Keselamatan

Rahmah menambahkan bahwa para siswa nantinya akan lebih banyak berinteraksi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dasar kebencanaan sejak dini agar mampu melindungi diri sendiri.

Sekolah juga memanfaatkan kegiatan ini untuk meminta pendampingan BPBD dalam memetakan kembali jalur evakuasi yang aman di lingkungan sekolah. Setelah pelatihan berlangsung, Rahmah mengatakan sekolah akan melaksanakan simulasi mandiri guna mengukur sejauh mana pemahaman siswa dan guru pendamping terhadap materi mitigasi yang telah diberikan.

Editor : Yanuar D

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru