Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Reporter : Bramanta
Produsen tahu di Tulungagung resah karena harga kedelai impor terus naik. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berimbas terhadap kenaikan harga kedelai impor. Sejumlah produsen tahu di Tulungagung mengeluhkan kenaikan harga yang terus terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini. Saat ini harga kedelai impor mencapai Rp10.800 per kilogram. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp9.500 per kilogram. Para produsen ini memilih untuk mengurangi ukuran tahu agar tidak mendapat komplain dari konsumen.

Salah seorang produsen tahu asal Desa/Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Kuswoyo (45) mengatakan harga kedelai impor cenderung mengalami kenaikan sejak 4 bulan terakhir. Harganya terus naik pasca kejadian invasi Amerika Serikat ke Iran beberapa bulan lalu. Terlebih peristiwa ini berpengaruh terhadap melemahnya nilai tukar rupiah ke dolar. Bahkan saat ini nilai tukar rupiah menembus Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

"Kenaikan harga kedelai impor sudah terasa sejak 4 bulan lalu, harganya terus mengalami kenaikan," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Saat ini harga kedelai impor di pasar mencapai Rp10.800 per kilogram. Padahal saat normal harga kedelai impor hanya Rp9.500 rupiah. Dalam sehari Kuswoyo mampu memproduksi 2 kwintal kedelai impor menjadi tahu. Naiknya harga kedelai impor ini membuat Kuswoyo harus bisa memutar otak. Para produsen tak ingin kehilangan konsumen meski harga bahan baku terus naik.

Baca juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

"Harga tahu di pasar tetap seribu per kotak, kalau naik harga khawatir konsumen tidak mau beli," tuturnya.

Untuk menyiasati hal ini, Kuswoyo memilih mengurangi ukuran tahu beberapa sentimeter. Jika biasanya dalam satu kotak berisi 150 potong tahu kini menjadi 160 potong saja. Untuk saat ini permintaan konsumen cenderung stabil dan tidak mengalami penurunan.

Baca juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

"Untuk permintaan pasar cenderung stabil,tapi ya itu ukuran tahu agar diperkecil menyesuaikan dengan harga bahan baku," pungkasnya.

Editor : Bramanta

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru