jatimnow.com – Rindang Wahyu Wijayanti, Guru Bahasa Inggris Alfiani di SMAN 1 Dolopo, Madiun mengatakan sebenarnya jadwal penerbangan Alfiani Hidayatul Solikah bukan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.
Namun, jadwal penerbangan pramugari asal Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun itu dijadwalkan terbang ke Medan.
Baca juga: Harga Tiket Umrah Meroket, Pemerintah Diminta Intervensi Maskapai
"Dia (Alfiani) sempat buat status. Bahwa seharusnya jadwalnya ke Medan, bukan ke Pangkal Pinang. Tapi diubah mendadak," kata Rindang ditemui jatimnow di rumah duka, Senin (29/10/2018).
Karena mungkin sudah takdir, akhirnya jadwal penerbangan Alfiani diubah. "Ya entahlah. Seharusnya tidak di pesawat tersebut. Ini jadi korban, mungkin takdir," ujar Rindang sambil menahan isak tangis.
Rindang mengaku masih tidak percaya anak didik kesayangannya itu ikut terlibat dalam jatuhnya pesawat Lion Air.
Ia mengaku, memang sempat lost kontak dengan muridnya itu. Namun, beberapa bulan terakhir ini, Alfiani menghubunginya kembali.
Baca juga: Pesawat Super Jet Rute Lombok-Jakarta Mendarat Darurat di Bandara Juanda
"Setelah Alfiani lulus, saya lost kontak beberapa saat. Kemudian Alfiani WhatsApp dan hampir tiap hari saya selalu komunikasi dengan dia," katanya.
Oleh karena itu, dia berharap ada mujizat bagi anak tunggal dari pasangan Sukarti dan Slamet itu. "Semoga ada mujizat. Doa yang terbaik buat siswa saya," harapnya.
Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang terjatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.
Baca juga: Mengunjungi Rumah Kapten Suwanda di Sidoarjo, Korban Pesawat Jatuh BSD Tangsel
Jumlah total korban yang ada di dalam pesawat JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang ini sebanyak 189 orang. Terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 anak, 2 bayi, pilot dan kopilot serta 6 awak kabin.
Editor : Arif Ardianto