jatimnow.com - Suksesi kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo tampaknya minim gejolak politik organisasi. Musyawarah Kota (Muskot) yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang, dipastikan hanya akan memuat agenda tunggal karena absennya penantang baru.
Menariknya, agenda lima tahunan organisasi kemanusiaan ini justru akan digeser keluar daerah, tepatnya di salah satu hotel, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kawasan lereng Gunung Bromo tersebut dipilih sebagai lokasi sakral penentuan nakhoda baru PMI untuk periode lima tahun ke depan.
Baca juga: Terpilih Secara Aklamasi, Mega Guntara Kembali Pimpin PMI Kota Probolinggo
Ketua Panitia Seleksi Muskot PMI Kota Probolinggo, Novan Priyanto mengungkapkan bahwa penentuan linimasa ini telah mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari PMI Provinsi Jawa Timur. Padatnya agenda supervisi di tingkat regional membuat Kota Mangga harus menyesuaikan slot waktu yang tersedia.
"Untuk Muskot PMI Kota Probolinggo diagendakan tanggal 23 Mei. Kenapa di tanggal itu? Karena kami mengikuti juknis dan koordinasi dengan provinsi. Jadwal seluruh Jawa Timur sedang padat, dan kita mendapatkan slot di tanggal tersebut," terang Novan saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Hal menarik lainnya yang disorot adalah sepinya bursa pencalonan. Pihak panitia mengklaim telah memberikan ruang demokrasi yang luas dengan membuka masa penjaringan selama satu minggu penuh melalui kepengurusan di tingkat kecamatan.
Namun, hingga ketuk palu penutupan berkas, atmosfer kompetisi tidak terasa. Satu-satunya berkas yang bertengger di meja panitia seleksi adalah milik petahana, yakni Mega Guntara.
"Saat penjaringan dibuka lewat kecamatan sejak 14 april lalu, kami tunggu sampai batas akhir yakni tanggal 1 Mei, ternyata tidak ada figur lain yang mendaftarkan diri. Jadi, berkas yang masuk ke kami hanya satu, yaitu dari incumbent, Mega Guntara," jelasnya.
Menepis isu kurangnya sosialisasi, Novan menegaskan bahwa proses penjaringan telah didelegasikan secara berjenjang. Panitia di tingkat kecamatan diklaim telah bergerak aktif menjaring nama-nama potensial di wilayah masing-masing secara transparan.
Dengan peta konstelasi yang ada saat ini, jalannya Muskot PMI Kota Probolinggo diprediksi hanya akan menjadi panggung seremonial. Tanpa adanya rival, Mega Guntara dipastikan melenggang mulus menuju kursi ketua untuk periode berikutnya melalui mekanisme aklamasi.
Editor : Yanuar D