jatimnow.com - Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan oleh aksi duo DJ kenamaan asal Belanda, Yellow Claw, yang merilis video set musik elektronik megah bertajuk The Interstellar Trap Mix langsung dari kawasan Lautan Pasir Bromo, Kabupaten Probolinggo. Dalam video berdurasi 30 menit tersebut, grup musik yang digawangi oleh Jim Aasgier dan Nizzle ini berhasil menyulap lanskap ikonik Bromo menjadi layaknya sebuah planet asing di luar angkasa.
Dengan panggung DJ di tengah hamparan pasir yang luas dan berlatar belakang tebing-tebing eksotis, penampilan mereka menciptakan perpaduan visual dan audio yang futuristik sekaligus magis.
Baca juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten
Hingga saat ini, video yang diunggah di platform YouTube tersebut telah disaksikan lebih dari 184 ribu kali. Tak hanya itu, potongan-potongan video penampilannya pun menjadi viral dan hilir mudik di lini masa Instagram dan TikTok, memancing decak kagum dari warganet global maupun domestik.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, memberikan respons positif.
Menurutnya, pemerintah daerah sangat terbuka terhadap inovasi promosi wisata, selama pihak penyelenggara telah mengantongi izin resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) selaku otoritas pengelola kawasan.
Baca juga: Fenomena Bromo Bersalju Pertama di 2026 Hipnotis Wisatawan
"Selama sudah memiliki izin dari TNBTS, pasti dipertimbangkan dengan baik oleh pihak TNBTS. Apalagi jika salah satu tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan wisata Gunung Bromo," kata Heri saat dikonfirmasi. Kamis (21/5/2026)
Meski demikian, Heri memberikan catatan penting terkait pelaksanaan acara berskala internasional di kawasan suci masyarakat suku Tengger tersebut. Ia menegaskan bahwa modernitas dan kreativitas tidak boleh menomorduakan adat istiadat setempat.
Baca juga: Yadnya Kasada 2026: 3 Dukun Pandita Baru Suku Tengger Resmi Dikukuhkan
"Namun, kegiatan seperti ini tetap harus memperhatikan kearifan budaya lokal.
Apabila tujuannya baik, tentu kita beri apresiasi setinggi-tingginya karena sudah membantu mempromosikan potensi wisata unggulan Jawa Timur ini ke luar negeri," pungkasnya.
Editor : Yanuar D