jatimnow.com - Sejumlah mahasiswi Universita Nahdhaltul Ulama (UNU) Blitar mengaku menjadi kroban pelecehan seksual oleh oknum dosen. Mereka mendapat pelecehan verbal dan non verbal dari dosen tersebut. Pihak kampus sendiri kini masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. Para korban kini didampingi oleh Komisariat PMII UNU Blitar.
Ketua Komisariat PMII UNU Blitar, Ahmad Kafi mengatakan pelecehan yang dialami mahasiswi ini dalam bentuk verbal dan nonverbal. Dalam bentuk verbal sang dosen bahkan mengucapkan hal-hal yang tak pantas terucap dari akademisi.
Baca juga: Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya
"Yang verbal itu juga pelecehan secara omongan, seperti menyebut bagian intim kepada korban," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Sementara pelecehan dalam bentuk non verbal, sang dosen nekat memeluk hingga meraba-raba pinggang dan pantat mahasiswi di ruang kuliah. Aksi ini pun dilakukan berulang-ulang ke beberapa mahasiswi. Menurut para korban, saat mata pelajaran sang dosen memang ada larangan untuk membawa HP atau ponsel. Mahasiswi hanya diperkenankan untuk membawa laptop saja. Sehingga para mahasiswa dan mahasiswi tak bisa merekam aksi bejat sang dosen. Karena merasa sudah tertekan akhirnya salah satu korban memberanikan diri laporan ke satgas kampus.
Baca juga: Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang
"Semua tindakan itu dilakukan saat jam pelajaran di ruang kuliah saat mata kuliah beliau," tegasnya.
Sementara itu Wakil Rektor 3 UNU Blitar, Ardhi Sanwidi menyebut bahwa laporan soal dugaan pelecehan itu akan dilakukan penyelidikan. Para mahasiswa pun diminta untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan sesuai dengan aturan kampus.
Baca juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga
"Saat ini masih proses penyelidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku di universitas," pungkasnya.
Editor : Bramanta