jatimnow.com - Tabrakan beruntun yang melibatkan rombongan wisatawan asal Singapura di jalur Bromo via Probolinggo, pada Sabtu (9/5/2026) dipicu kegagalan sistem pengereman atau rem blong saat kendaraan melintasi jalur menurun yang curam. Insiden ini memicu kepanikan, hingga menyebabkan sejumlah pengendara terluka.
Peristiwa bermula ketika Toyota Hiace yang dikemudikan Yogi tersebut baru menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit setelah bertolak dari Arthotel menuju rumah makan Ayam Bawangan. Kondisi perjalanan yang semula normal seketika berubah mencekam saat pengemudi menyadari bahwa pedal rem tidak lagi berfungsi secara optimal.
Baca juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres
"Rem tiba-tiba sudah tidak pakem, kemungkinan karena sistemnya sudah terlalu panas," terang Yogi.
Situasi mencapai titik kritis ketika mobil yang meluncur tak terkendali dengan kecepatan 70 hingga 80 kilometer per jam tersebut dihadapkan pada kerumunan warga.
Di tepi jalur turunan tersebut, terdapat lebih dari 50 orang yang tengah berkumpul menghadiri sebuah acara hajatan.
Menyadari risiko jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar, pengemudi bersama seorang rekannya berupaya keras mengendalikan kemudi guna mengalihkan arah laju kendaraan agar tidak menerjang massa.
Baca juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026
"Di bawah ada orang hajatan, sekitar 50 orang lebih. Kami sangat bersyukur kerumunan tersebut masih bisa dihindari.
Sebagai langkah darurat untuk menghentikan laju kendaraan, pengemudi akhirnya memutuskan untuk membanting setir ke arah tiang listrik PLN setelah sebelumnya sempat menghantam tiga unit kendaraan lain di depannya," jelasnya.
Yogi juga menambahkan bahwa situasi di dalam kabin sangat menegangkan hingga ia memerlukan bantuan fisik untuk mengarahkan setir.
Baca juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD
"Kami sampai memegang setir berdua supaya mobil bisa dikendalikan. Setelah menabrak beberapa kendaraan, akhirnya mobil menghantam tiang PLN dan berhenti," tambahnya.
Meskipun tragedi terhadap kerumunan warga berhasil dihindari, kecelakaan ini mengakibatkan cedera serius bagi para wisatawan asing di dalamnya. Sebagian besar penumpang dilaporkan menderita luka berat, terutama pada bagian kaki.
"Kebanyakan korban mengalami luka di kaki, bahkan ada yang sampai mengalami disposisi tulang," pungkasnya.
Editor : Yanuar D