jatimnow.com - Rocker Surabaya naik haji. Takdir seolah sedang merajut simpul rahasia dalam hidup Didik Subiantoro. Vokalis band rock Rekles yang akrab disapa Seket Astakula tersebut, akhirnya melangkah menuju Baitullah pada musim haji 1447 H/2026.
Keberangkatan pria kelahiran Surabaya tersebut menjadi bukti bahwa panggung hiburan yang bising tak selamanya menjauhkan hamba dari kesunyian doa.
Baca juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara
Tepat di usianya yang menginjak 50 tahun, musisi rock itu seolah menemukan jawaban atas nama panggung yang melekat padanya sejak masa kuliah.
Dalam bahasa Jawa, Seket berarti lima puluh. Nama pemberian Cak Dismantoko, seniornya di Kampus Unitomo itu, kini terasa seperti nubuat yang menjadi kenyataan.
"Tahun ini usia saya lima puluh tahun. Ternyata ada rahasia Illahi, alhamdulillah saya mendapat panggilan berhaji tepat di angka tersebut," ujar Didik saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (23/4/2026).
Rocker yang dikenal lewat aksi panggung enerjik dan lirik-lirik Suroboyoan tajam seperti Mesti Keduman Sitik Edhang serta Jungkar Jungkir tersebut, tampak tak kuasa membendung haru. Baginya, undangan ke Tanah Suci merupakan upah dari sikap berserah diri yang ia lakoni selama beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji
Di balik citra gahar musik rock, Didik memilih jalan hidup yang kontras. Ia lebih banyak menghabiskan waktu bermukim di pegunungan, tepatnya di Dusun Kemiri, Desa Pakukerto, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Di sana, ia berkebun sembari merawat ibunda tercintanya. Kehidupan sunyi tersebut ia jalani demi memenuhi bakti kepada satu-satunya orang tua yang masih ada.
Panggung musik tetap ia datangi hanya jika ada panggilan "ngamen" dari Surabaya. Uniknya, Didik tak pernah mematok tarif atau mengejar materi semata. Ia membiarkan rezeki mengalir apa adanya, sebuah prinsip yang justru memberinya ketenangan batin.
"Alhamdulillah, rezeki selalu ada saja. Bentuknya tidak harus materi, bisa kesehatan atau dukungan teman-teman," tuturnya dengan nada rendah.
Baca juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun
Perjalanan spiritual Didik mencapai puncaknya saat ia dipercaya mendampingi sang ibu berangkat ke Tanah Suci. Tergabung dalam kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, sang rocker dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada Jumat (24/4/2026).
Bagi publik, kisah Didik merupakan pengingat bahwa sisi religius bisa tumbuh di lahan mana saja, termasuk di tengah distorsi musik rock. Ia berangkat tanpa membawa ambisi besar, kecuali harapan sederhana untuk memantapkan kualitas ibadah.
"Saya hanya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya," pungkas Didik sebelum memasuki ruang persiapan keberangkatan.
Editor : Ali Masduki