jatimnow.com - Sejumlah siswa di Kabupaten Jember harus menyeberangi Sungai Bedadung menggunakan rakit bambu untuk berangkat dan pulang sekolah. Kondisi ini terjadi setelah jembatan gantung yang menjadi akses utama antarwilayah ambrol akibat banjir pada Februari 2026.
Rakit tersebut merupakan inisiatif para wali murid guna mempermudah anak-anak mereka menuju sekolah. Sebelumnya, warga mengandalkan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, dengan Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung.
Baca juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong
Pasca putusnya jembatan, para siswa harus menempuh jalur alternatif dengan memutar sejauh kurang lebih 10 kilometer. Jarak yang cukup jauh itu mendorong wali murid untuk membuat rakit sederhana dari bambu sebagai sarana penyeberangan Sungai Bedadung.
Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, mengatakan terdapat enam pelajar dari wilayah utara sungai yang bersekolah di wilayah selatan. Setiap hari, mereka bergantung pada rakit untuk menyeberang.
“Setiap hari anak-anak ini menyeberangi Sungai Bedadung. Rakit tersebut dibuat oleh wali murid untuk antar-jemput anak sekolah,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember
Pihak kepolisian setempat turut melakukan pemantauan terhadap aktivitas penyeberangan tersebut, baik yang digunakan oleh siswa maupun masyarakat umum.
Meski membantu mobilitas, penggunaan rakit dinilai memiliki risiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca buruk dan arus sungai meningkat. Karena itu, pihak kepolisian mengimbau warga untuk tidak menggunakan rakit dalam kondisi berbahaya.
Baca juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan
“Penyeberangan hanya dilakukan saat arus sungai normal. Jika kondisi tidak memungkinkan, warga diminta memutar melalui jalur darat, meskipun harus berangkat lebih awal,” tambahnya.
Hingga saat ini, warga masih berharap adanya perbaikan jembatan agar aktivitas sehari-hari, khususnya bagi para pelajar, dapat kembali berjalan normal dan aman.
Editor : Bramanta