Batalyon Infanteri 3 Marinir Perkuat Taktik GMUK dan Artileri Mortir

Reporter : Ali Masduki
Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir (Yonif 3 Marinir) menggelar latihan intensif di Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Senin (30/03/2026). (Foto: Ainul Yakin for jatimnow.com)

jatimnow.com - Medan peperangan masa kini menuntut prajurit tidak hanya lihai memegang senjata, tetapi juga cerdas mengoperasikan teknologi.

Menjawab tantangan tersebut, prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir (Yonif 3 Marinir) atau yang dikenal sebagai "Hiu Petarung" menggelar latihan intensif di Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Senin (30/03/2026).

Baca juga: IndoWood Expo 2026 Raup 2.049 Pengunjung, Perkuat Daya Saing Furnitur

Latihan kali ini menjadi krusial karena mengombinasikan taktik konvensional dengan instrumen modern.

Para prajurit melahap berbagai menu latihan berat, mulai dari Gerakan Maju Untuk Kontak (GMUK), ketangkasan dril mortir 81 mm, hingga navigasi udara menggunakan drone.

Sinergi antara kekuatan artileri dan pengintaian udara ini menjadi modal utama dalam memenangkan pertempuran era digital.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, memantau langsung proses pengasahan naluri tempur anak buahnya.

Baca juga: Prajurit Yonif 3 Marinir Asah Ketepatan Menembak Malam di Surabaya

Ia memastikan setiap individu memiliki standar kemampuan yang seragam dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

"Kami menggembleng kecakapan prajurit agar mereka selalu sigap menjalankan setiap perintah komando secara maksimal. Latihan ini adalah investasi untuk memastikan kesiapan tempur satuan tetap berada di level tertinggi," ujar Letkol Marinir Iskandar Muda saat ditemui di lokasi latihan.

Materi GMUK yang diberikan bertujuan melatih kecepatan reaksi prajurit saat berpapasan dengan musuh secara mendadak.

Baca juga: Siaga Operasi Militer, Intip Latihan Taktis Yonif 3 Marinir di Sidoarjo

Sementara itu, kehadiran drone dalam simulasi ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya data visual real-time sebelum melakukan serangan mortir.

Melalui program pembinaan satuan yang terukur, Yonif 3 Marinir berupaya mencetak sosok prajurit yang adaptif.

Harapannya, masyarakat bisa merasa lebih aman karena memiliki benteng pertahanan yang profesional dan mampu menjawab kerumitan dinamika konflik di masa depan.

Editor : Ali Masduki

Tretan JatimNow
Berita Terpopuler
Berita Terbaru