jatimnow.com – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung penanganan banjir yang merendam ruas Jalan Raya Simo - Sungelebak di Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Bersana Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, ia memastikan langkah penanganan berjalan secara terpadu.
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Lamongan Resmi Dimulai, Bupati Jadi yang Pertama
Dalam kunjungan itu, Emil menegaskan bahwa penanganan banjir dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, serta perangkat teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan data hingga Maret 2026, banjir di kawasan tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya luapan Bengawan Jero, tingginya intensitas hujan, kondisi topografi wilayah yang relatif rendah, serta sistem drainase yang belum mampu mengalirkan air secara optimal saat curah hujan meningkat.
Kawasan Karanggeneng sendiri memang berada di daerah aliran sungai Bengawan Jero yang secara historis kerap mengalami banjir tahunan ketika debit air sungai meningkat. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Berbagai langkah sebenarnya sudah dilakukan. Ada normalisasi sungai, penambahan pompa di titik-titik Bengawan Jero, serta pengelolaan pintu air. Bahkan peningkatan kapasitas yang dilakukan beberapa tahun lalu sempat efektif dan selama tiga tahun kondisi relatif baik. Namun tahun ini banjir kembali terjadi,” ujar Emil, dalam siaran resminya, Minggu (15/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa mengabaikan keluhan masyarakat sehingga berbagai evaluasi terus dilakukan untuk menemukan solusi yang lebih tepat. Salah satu langkah yang kini dimaksimalkan adalah operasional pompa air di lokasi genangan.
“Keluhan masyarakat tidak bisa kita diamkan. Kita terus mencari solusi. Salah satu evaluasi adalah operasional pompa yang sebelumnya belum optimal. Sekarang kita maksimalkan, jumlah pompa yang menyala juga ditambah,” jelasnya.
Selain optimalisasi pompa, tim gabungan juga menerapkan pendekatan teknis di titik genangan. Pada lokasi yang merupakan cekungan rendah dipasang tanggul darurat dari karung sepanjang sekitar 160 meter untuk menahan air agar tidak semakin meluas ke badan jalan.
Baca juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila
Air yang tertahan kemudian dipompa keluar menggunakan pompa apung agar proses penyedotan air lebih efektif.
“Air ditahan supaya tidak semakin meluas ke jalan, lalu dipompa keluar menggunakan pompa apung. Pompa ini mengapung di atas air sehingga bisa bekerja lebih efektif,” terang Emil.
Ia menambahkan, perkembangan penanganan di lapangan menunjukkan hasil positif. Genangan air yang sebelumnya cukup tinggi mulai berangsur menurun.
Pemprov Jatim juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk langkah mitigasi tambahan, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Baca juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan
“Pak Bupati dan Ibu Gubernur juga sudah berkomunikasi mengenai langkah tambahan seperti operasi modifikasi cuaca. Mudah-mudahan menjelang Idulfitri kondisi ini bisa semakin membaik sehingga kesulitan warga bisa berkurang,” ungkapnya.
Emil juga menegaskan bahwa ruas Jalan Raya Simo–Sungelebak merupakan jalan provinsi sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memberikan dukungan percepatan penanganan infrastruktur sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi koordinasi yang dilakukan bersama Pemprov Jatim dan BBWS Bengawan Solo dalam upaya penanganan banjir di wilayahnya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai koordinasi dan petunjuk dari pemerintah provinsi maupun BBWS Bengawan Solo. Solusi satu per satu telah kita laksanakan dan kami optimistis mudah-mudahan saat Idulfitri nanti kondisi banjir di Lamongan sudah jauh berkurang,” tandasnya.
Editor : Ni'am Kurniawan