jatimnow.com- Petani di Jember mengeluhkan serangan hama tikus yang terjadi di sawahnya. Hal ini diungkapkan saat bertemu dengan Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, dalam kegiatan reses di Kaliwates. Petani asal Desa Rambigundam, Kecamatan Sukorambi bernama Ahmad Amin ini mengeluhkan serangan hama ini.
Amin menyampaikan, meskipun pupuk dan harga gabah saat ini sudah stabil, tapi kendala yang dihadapi petani di desanya adalah adanya serangan hama tikus. Akibat serangan hama tikus itu, para petani di daerahnya sudah merasa frustasi dan bingung menanganinya. Bahkan, beberapa dari mereka musim tanam kali ini diyakini akan gagal panen, meskipun berbagai cara yang dilakukan tetap gagal. Amin juga menyoroti minimnya peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian dalam melakukan pendampingan.
Baca juga: Petani Sekti Ngadu ke DPRD Jember, Desak GTRA Selesaikan Persoalan
"Kami minta, kepada bapak Ketua DPRD, untuk menyampaikan keluhan ini ke pemerintah. Kalau serangan hama tikus ini dibiarkan, kami para petani bisa gagal panen," ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Keluhan juga diungkapkan oleh Andi, seorang petani asa Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Andi mengeluhkan saluran irigasi ke lahan pertanian yang rusak. Hal ini dikarenakan pembangunan kawasan perumahan yang kadang menghambat saluran air ke lahan pertanian.
Baca juga: Kecewa Harga Mentimun Rp500 per Kg, Petani Jember Bagikan Panen Gratis
"Kami berharap ada perbaikan saluran irigasi tersebut," tuturnya.
Mendengar itu, Ahmad Halim berjanji akan menyampaikan keluhan petani ke Dinas Pertanian. Terkait perbaikan saluran irigasi juga akan diserahkan ke Dinas tersebut.
Baca juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir
"Nanti akan kami sampaikan ke Dinas Pertanian, dan meminta kepada Dinas untuk melakukan intervensi, agar PPL nya turun ke lapangan," pungkasnya.
Editor : Bramanta